Opini
Politik Kekerabatan di Kota Tomohon, Demokrasikah ?
Partai-partai pengusung dan pasangan calon yang ada maupun calon pasangan Independen terus mencari dukungan luas masyarakat
Sehingga dengan Politik Kekerabatan atau Politik Dinasti akan memunculkan konsekuensi logis di Kota Tomohon, yaitu :(1) Hilangnya peluang dan kesempatan tokoh terbaik yang merupakan kader handal dan berkualitas; (2) Perputaran kepemimpinan dan kekuasaan berputar di lingkungan elit semata sehingga munculnya potensi terjadinya negosiasi dan penyusunan konspirasi kepentingan; (3) Proses pelaksanaan pembangunan dan cita-cita demokrasi sangat sulit terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governance); (4) Fungsi control dan balance dari lembaga legeslatif terhadap kekuasaan akan melemah, akan menyebabkan pelaksanaan pembangunan melalui proyek baik APBD dan sumber dana lain, cenderung ber KKN; (5) Ketidak demokrasi akan berlanjut dan berlanjut dengan pola Politik Kekerabatan atau Politik Dinasti berkelanjutan; (6) Tujuan demokrasi yang sesunggunya akan sangat sulit tercapai, bahkan akan terciptanya kemiskinan yang merata dll.
Jika kita sepakat mengatakan Politik Kekerabatan atau Politik Dinasti sangat merugikan masyarakat, maka penting untuk menolak atau tidak memilih calon yang dihasilkan dari Politik Kekerabatan atau Dinasti Politik yang menyesatkan demokrasi itu.(*)
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/vebry-deandra.jpg)