Breaking News:

DPRD Bitung

Sambangi Dinas Kesehatan, Personel Fraksi PDIP Cek Ini

Fraksi PDI Perjuangan melakukan kunjungan dan koordinasi ke Dinas Kesehatan Kota Bitung

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Habrianto Achmad Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Fraksi PDI Perjuangan melakukan kunjungan dan koordinasi ke Dinas Kesehatan Kota Bitung, meminta data penangganan Covid-19 dengan anggaran yang digeser dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bitung.

Adalah Habriyanto Achmad dan Beno Mamentu personel Fraksi PDIP DPRD Bitung, meminta kejelasan anggaran yang digeser pada bulan Maret 2020 ada Rp 500 juta, dan di bulan April Rp 5,2 miliar dengan penggunaan sampai sekarang berkisar Rp 3,2 miliar.

"Di dalamnya, ditata pengadaan alat pelindung diri (APD), kacamata google, sepatu bots, rapid test dan alat pengecekan suhu badan. Kami mendapat informasi penyedianya oleh pihak ketiga dan ada pembayaran tenaga penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Bitung," kata Anto sapaannya membeberkan sejumlah hasil yang didapat saat bertemu dengan Dinas Kesehatan, Rabu (24/6/2020).

Jaclyn Koloay Bawa Ikan Mentah Untuk Bantu Warga Minsel

Anto dan Beno diterima langsung oleh kasubag keuangan dan Kepala Dinas Kesehatan dr Jeannet Watuna, di ruang kerja Kepala Dinas, Selasa (23/6/2020).

Temuan itu menjadi catatan bagi fraksi PDIP, khususnya untuk tenaga yang melakukan penyemprotan disinfektan butuh biaya tersendiri.

Harus diperhatikan para tenaga medis yang bertugas di chek point warna masuk ke Bitung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang bekerja sampai larut malam.

Kemudian informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan Kota Bitung, untuk dana-dana tersebut, memastikan anggaran ini bisa cover kebutuhan atau tidak.

Owner Condotel Lagoon Tamansari Manado Kecewa Bagi Hasil Investasi Tak Seperti yang Dijanjikan

Kalau tidak akan diinformasikan ke Badan Anggaran DRPD Bitung untuk disuara dalam rapat-rapat dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

Perhatikan juga pembelanjan di Dinas Kesehatan, pengeluaran,item apa saja nominal berapa dan jumlah per itemnya.

Misalnya alat penyemprotan disinfektan dianggarkan Rp 16 juta lebih, lalu ada lagi di item atau poin lainnya kembali dianggaran alat penyemprotn sehingga menjadi menjadi dua nomenklatur.

"Kenapa tidak disatukan saja?" tanya dia.

5 Artis Indonesia yang Menikahi Fansnya Sendiri, Termasuk Chicco Jerikho

Begitu juga dengan alat pelindung diri (APD) dan alat pengukur suhu tubuh infared telan anggaran Rp 814 juta, dan ada lagi poin lainnya pengadaan infared dan masker dengan nominal berapa. Untuk masker ada klasifikasi untuk masker N 95, masker medis berapa dan nominalnya berapa.

Ini akan dikomparasikan dengan bagian keuangan agar diketahui sejauh mena pengadaan pencegahan dan kemampuan keuangan pemkot dalam pencegahan Covid-19, jangan sampai foku di satu hal dan abaikan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Jeannet Watuna, untuk kegiatan Covid 19 dalam rangkuman itu sudah dipakai anggaran namun rincian belum termuat di dalamnya.

Masyarakat Bisa Sewa Alat Pertanian Milik Kementerian, Sewanya Sangat Murah

Ada beberapa item kelihatan sama tapi diurut pembelanjaannya berbeda.

Seperti contoh alat penyemprotan disinfektan kenapa ada dua kali dicantunkan pertama dan kedua karena memang belanjanhya beda, pertama belanja karena pada saat itu tiba-tiba dan barang susah dodapat seberapa saja yang diambil dan dalam pelaksanaan masih perlu tambahan.

Sehingga jadi dua point penambahan, termasuk alat pengukur suhu, di awal maret sulit dapat alat itu, hanya beberapa yang didapat hingga diawal April barang-barang sudah banyak stoknya dan kami ambil dengan anggaran yang berbeda lebih besar.

"Belanja alat diatas belum e-katalog," kata Watuna.(crz)

Donald Trump Dinilai Lamban, Ketua Kesehatan Publik: AS Dibuat Bertekuk Lutut oleh Virus Corona

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved