Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Seorang Wanita Tewas Tersambar Petir Didepan Suami dan Anaknya saat Menanam Tembakau di Sawah

Wanita warga Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, tewas tersambar petir saat menanam tembakau di sawah miliknya, Kamis ini

Editor: Glendi Manengal
YouTube
Ilustrasi seorang wanita tersambar petir 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya Seorang bernama Subhana (52), wanita warga Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, tewas tersambar petir saat menanam tembakau di sawah miliknya, Kamis (28/5/2020).

Dari Keterangan Kapolsek Krejengan Iptu Yulyana mengatakan, Subhana yang bekerja sebagai petani tersebut tewas tersambar petir usai melakukan pekerjaannya.

Terkait hal tersebut menurut dia, korban pergi ke sawah sekitar jam 08.00 WIB bersama Mustami (suami) dan Holipa (anak), untuk menanam tembakau.

Trump Beri Pilihan ke Iran, Negosiasi dengan AS atau Keruntuhan Ekonomi Akibat Sanksi!

Selain Memberikan Sanksi, Pemerintah AS juga Menyatakan Hong Kong Bukan Lagi Bagian Dari China

Jenazah Subhana saat berada di rumah duka.
Jenazah Subhana saat berada di rumah duka. (Kompas.com)

Sekitar jam 14.00 WIB, hujan deras turun disertai petir.

Akhirnya korban berteduh dan bersiap untuk pulang.

Namun, petir tiba-tiba menyambar korban.

"Atas kejadian itu korban meninggal di tempat, di hadapan suami dan anaknya".

"Suami dan anaknya tersebut lalu membawa Subhana pulang," terang Yulyana, di lokasi.

Mendengar ada warganya yang tewas tersambar petir, Rohim (51), Kades Temenggungan, melapor kepada polisi.

"Saat korban hendak diotopsi pihak keluarga menyadari bahwa korban tewas tersambar petir dan menolak untuk dilakukan otopsi".

"Selanjutnya pihak keluarga membuat surat pernyataan," tutup Yulyana.

Jepang Sangat Prihatin Disahkannya UU Keamanan Nasional untuk Hong Kong oleh Parlemen China

Ilustrasi tersambar Petir
Ilustrasi tersambar Petir (Tribunjabar)

Apa yang Terjadi Jika Tubum Kita Tersambar Petir

Dalam bukunya yang berjudul The Improbability Principle, peneliti dan Emeritus Professor of Mathematics di Imperial College, Inggris, Professor David Hand berkata bahwa kemungkinan seseorang untuk tersambar petir adalah satu dalam 300.000.

Walaupun kemungkinan tersebut terdengar kecil, tetapi dengan banyaknya populasi dunia, sambaran petir telah menjadi penyebab kematian 4000 orang setiap tahunnya. Angka tersebut telah dikurangi dengan 90 persen korban yang selamat.

Padahal, sambaran petir terjadi begitu cepat dan jumlah listrik yang mengalir pada tubuh sangat kecil. Mengapa sambaran petir bisa begitu fatal?

Mary Ann Cooper, seorang dokter gawat darurat yang telah pensiun dan peneliti petir, berkata kepada CNN 25 Mei 2017 bahwa mayoritas listrik dari sambaran petir mengalir di luar tubuh dalam efek flashover.

Listrik yang mengalir di luar tubuh ini bisa bereaksi dengan keringat atau tetesan air hujan pada kulit. “Volume air memuai ketika diubah menjadi uap, jadi jumlah kecil pun bisa menyebabkan ledakan uap. Reaksi ini benar-benar meledakkan baju Anda,” ucapnya.

Cooper yang pernah menulis sebuah studi mengenai luka akibat sambaran petir sekitar empat dekade lalu berkata bahwa kehilangan kesadaran adalah efek yang paling sering ditemukan dalam laporan 66 dokter yang menjadi data penelitiannya. Lalu, sekitar satu per tiga korban juga mengalami kelumpuhan sementara pada lengan dan kaki mereka.

Sementara itu, efek yang lebih berbahaya adalah ketika aliran listrik menghentikan jantung. Untungnya, Chris Andrews, seorang dokter dan peneliti petir di University of Queensland Australia, berkata bahwa jantung memiliki alat pacu alami yang akan mereset dirinya sendiri.

Sebaliknya, masalah terbesar menurut Andrews adalah ketika petir mematikan area otak yang mengontrol pernafasan. Dia berkata bahwa bagian tubuh ini tidak bisa mereset dirinya sendiri sehingga persediaan oksigen korban akan terjun bebas dan membuat jantung terserang kembali.

Ilustrasi manusia memakai payung di hujan petir
Ilustrasi  petir (Science|HowStuffWorks)

“Jika seseorang yang masih hidup bilang bahwa dia pernah tersambar petir, kemungkinan besar alat pernafasan mereka tidak mati sepenuhnya,” ujarnya.

Walaupun demikian, bukan berarti bahwa tetap hidup setelah tersambar petir tidak memiliki konsekuensi apa pun. 90 persen dari korban yang selamat mengalami berbagai efek jangka panjang dan pendek seperti serangan jantung, kebingungan, kejang, tuli, sakit kepala, kehilangan memori, hingga perubahan kepribadian.

Menganalogikannya seperti komputer yang terganggu akibat sengatan listrik, Cooper berkata bahwa petir juga bisa merusak otak dengan cara serupa. “Walaupun luarnya tampak baik-baik saja, tetapi software yang mengontrol fungsinya telah rusak,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Petani Tewas Tersambar Petir di Depan Suami dan Anak"

Tingkatkan Jumlah Militer, AS kembali Mengirimkan Pesawat Pembomnya ke Laut China Selatan

Pria Ini Bermimpi Masuk Neraka dan Dihukum Iblis Karena Kemalasan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Petani Tewas Tersambar Petir di Depan Suami dan Anak" dan  "Apa yang Terjadi pada Tubuh Kita Saat Tersambar Petir?"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved