News

Tingkatkan Jumlah Militer, AS kembali Mengirimkan Pesawat Pembomnya ke Laut China Selatan

Kabarnya dari Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengirim sepasang pesawat tempur, Pembom Lancer B-1B ke Laut China Selatan pada hari Selasa (26/5).

kompas.com
Pesawat pembom B-1B Lancer milik AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Kabarnya dari Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengirim sepasang pesawat tempur, Pembom Lancer B-1B ke Laut China Selatan pada hari Selasa (26/5).

Sebagai upaya meningkatkan jumlah demonstransi militer AS di wilayah yang disengketakan dengan China tersebut.

Diketahui sebelumnya AS sudah pernah mengirim pesawat pembomnya tersebut beberapa hari yang lalu.

Pemerintah AS Setujui UU HAM dan Jatuhkan Sanksi Bagi China Atas Penindasan Muslim Uighur

Sadis! Seorang Anak dan Istri Dibunuh Suaminya Sendiri Saat Sedang Tidur

Harga Minyak Mentah Kembali Anjlok Karena AS Kebanjiran Stok Minyak

Ilustraso dua pesawat pembom
Ilustraso dua pesawat pembom (ainonline.com/Photo: Chris Pocock)

"Sepasang pembom B-1B tersebut mendemonstrasikan kemampuan Angkatan Udara Uwak Sam selama beroperasi di wilayah hukum internasional pada waktu dan tempo yang kita pilih," tulis Angkatan Udara AS melalui Twitternya pada hari Rabu (27/5) seperti dilansir Stars and Stripes.

The Lancers berasal dari Skuadron Bom Ekspedisi ke-9 di Pangkalan Udara Dyess, Texas. Ini merupakan sepasang pesawat pembom yang beroperasi di wilayah tersebut kurang dari sebulan.

Angkatan Udara AS tidak mempublikasikan semua penerbangan yang dilakukan B-1B selama menjalankan misinya di Laut China Selatan.

Pada 29 April 2020 lalu, dua Lancers juga melakukan misi mereka di Laut China Selatan selama perjalanan 32 jam dari Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth S.D.

"Penerbangan itu menunjukkan model ketenagakerjaan dinamis yang baru, yang bertujuan membuat kehadiran pembom globalnya kurang dapat diprediksi," klaim Angkatan Udara AS pada waktu itu.

Skuadron dari Dyess tiba di Guam pada 1 Mei 2020 dengan empat pesawat pembom B-1B dan sekitar 200 penerbang untuk melatih dan melakukan operasi dengan sekutu dan mitra Angkatan Udara AS pada waktu itu.

Sementara itu, Beijing menganggap penerbangan berlebihan di Laut China Selatan itu sebagai provokatif dan menyalahkan AS karena meningkatnya ketegangan di antara kedua negara. China dan beberapa negara lain memiliki klaim tumpang tindih di sebagian Laut China Selatan.

Halaman
12
Editor: Glendi Manengal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved