Hotline Public Service

Suami Istri Berstatus Penerima Upah, Bisakah Iuran BPJS Kesehatan Istri Ditanggung Suami?

Saya bekerja sebagai pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPNPN) di satu instansi vertikal dan istri saya sebagai karyawan di perusahan nasional.

Suami Istri Berstatus Penerima Upah, Bisakah Iuran BPJS Kesehatan Istri Ditanggung Suami?
TRIBUN MANADO/FERNANDO LUMOWA
Suasana pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional di BPJS Kesehatan Cabang Manado, Kamis (09/01/2020) sore. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - HALO BPJS Kesehatan.

Saya bekerja sebagai pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPNPN) di satu instansi vertikal dan istri saya sebagai karyawan di perusahan nasional.

Iuran BPJS saya dihitung 5 persen, 2 persen dari gaji dan 3 persen dari pemerintah/kantor.

Sedangkan istri saya iuran BPJS-nya dipotong dari gaji sesuai kelas perawatan.

Yang ingin saya tanyakan, apakah bisa iuran BPJS istri masuk di tanggungan saya?

Mohon penjelasan. Terima kasih.

Pengirim: 085240278055

Jawaban:

TERIMA kasih.

Sesuai amanat undang-undang, untuk komponen perhitungan iuran JKN-KIS pekerja penerima upah adalah 4 persen ditanggung oleh pemberi kerja dan 1 persen ditanggung oleh pekerja.

Ini berlaku kepada semua pekerja, baik yang sudah menikah ataupun belum.

Jadi, baik suami atau istri tetap dipotong untuk iuran BPJS Kesehatan.

Ivana Umboh
Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Manado

Kekuatan Nilai Kultural dalam ‘Ip Man’

Disindir Johan Budi Soal OTT Komisioner, Ketua KPU: Kita Tunggu Saja

Pengakuan Mantan Pengikut Kerajaan Agung Sejagat, Dijanjikan Dolar AS hingga Kesejahteraan Bangsa

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved