Editorial Tribun Manado
Mencari Panwascam Tegas
Bukan barang baru para pengawas ini akhirnya menyerah dengan tekanan-tekanan dari segala sisi, termasuk dari keluarga sendiri.
TRIBUNMANADO.CO.ID - SUNGGUH berat tugas seorang pengawas pemilihan umum. Maka itu, para calon yang terpilih harus tangguh.
Begitulah yang ditekankan personel Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kepada para calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (panwascam) yang akan bertugas pada Pilkada 2020.
Bawaslu selaku koordinator bertindak sebagai perekrut personel Panwascam. Bawaslu pula yang memberi ilmu kepada para Panwascam bagaimana mengawasi proses dan pelaksanaan pilkada.
Selain itu, Bawaslu juga menjadi semacam penyelia atau pengawas atau supervisor bagi panwascam. Pada titik ini, peran Panwascam sudah mulai terbatas.
Selanjutnya, khusus di kota dan kabupaten yang menyelenggarakan pilkada, tugas para personel panwascam lebih berat lagi karena juga harus bertindak sebagai pengawas pilkada provinsi.
Padahal, jumlah mereka sama dengan daerah yang hanya menggelar pilkada provinsi. Cakupan tanggung jawab yang lebih berat tersebut sekaligus menuntut mereka harus punya ‘tenaga ekstra’, baik fisik maupun mental.
• Ellen Hong Panwascam Bunaken yang Pernah Tolak Suap Rp 10 Juta
Pada Pemilu 2019 yang mencakup pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden, puluhan pengawas pemilu meninggal setelah bertugas. Tak heran bila pilkada bertitel ‘serentak’ ini disebut ‘mahal’ karena harus mengorbankan nyawa para petugas penyelenggara. Hal ini akan menjadi tantangan tapi juga harus menjadi perhatian pada pilkada serentak.
Tantangan lain yang mereka hadapi adalah tekanan peserta pemilu. Bukan barang baru para pengawas ini akhirnya menyerah dengan tekanan-tekanan dari segala sisi, termasuk dari keluarga sendiri.
Status sebagai pengawas sudah tentu akan menghadapkan mereka pada situasi yang berlawanan dengan tugas mereka. Syukur-syukur bila proses pilkada berjalan lancar, namun akan menjadi persoalan bila pengawas mendapati hal-hal yang berbau kecurangan.
• Caleg Golkar di Bolsel Dilaporkan ke Polisi karena Aniaya Anggota Panwaslu
Dalam situasi inilah mereka diuji. Mereka tidak lagi menghadapi ujian tes tertulis seperti anak sekolahan atau tes wawancara seperti para pencari kerja. Integritas mereka menjadi taruhan, apakah akan tegas, kompromi, atau tutup mata.
Catatan penting pelaksanaan pemilu langsung ini, baik di pilpres, pileg, dan pilpres, praktik politik uang atau money politics selalu saja ada.
Usaha para pengawas kerap menjadi sia-sia ketika bukti-bukti yang mereka paparkan mental pada proses selanjutnya. Belum lagi bila tekanan demi tekanan datang, terlebih dari sesama pengawas.
• 57 Calon Panwascam Kotamobagu Diwawancarai Komisioner Bawaslu
Selain politik uang, netralitas aparatur sipil negara (ASN) akan menjadi ujian bagi petugas ad hoc ini. Mereka akan menghadapi dominasi pihak penguasa atau petahana yang secara terselubung memanfaatkan ASN sebagai sarana kampanye. Ketegasan para pengawas juga akan berbenturan dengan perasaan kasihan bila sang ASN terbukti tak netral dan dikenakan sanksi.
Semuanya menjadi ujian apakah para pengawas pemilu berani tegas atau pura-pura tegas. Bila ketegasan mereka hanya hiasan, percuma pula semua proses perekrutan itu. (*)
• Adu Anjing Internasional Digerebek Polisi, Para Penonton Disajikan Daging Anjing Panggang
• Wabup Marhaenis Viral, setelah Dua Istrinya Yang Cantik Dilantik Jadi Kades,
• Pacar Anggota Brimob Menangis Tersedu-sedu, jadian Tahun Ini dan Sudah Dikenalkan pada Keluarga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/80-calon-panwascam-diuji-3-pimpinan-bawaslu-bolsel.jpg)