Penyakit Paru-Paru Langka Bakal Tak Langka Lagi, Penyebabnya Rokok Elektrik

Para peneliti menemukan kobalt dalam uap yang dilepaskan rokok elektrik, serta logam beracun lainnya - nikel, aluminium, mangan, timbal dan kromium.

Penyakit Paru-Paru Langka Bakal Tak Langka Lagi, Penyebabnya Rokok Elektrik
IST/MedicalNewsToday
Ilustrasi rokok elektrik atau vape 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Biasanya penyakit paru-paru langka disebabkan paparan logam industri.

Namun, oleh dokter yang sering merawat pasien penyakit itu menyebutkan bahwa kasus itu kemungkinan menjadi kasus pertama terkait vaping (mengisap rokok elektrik).

Mengutip warta Voice of America, Rabu (11/12/2019), rokok elektronik dijual sebagai pilihan yang lebih aman daripada produk tembakau tradisional dan sebagai alat bantu untuk berhenti merokok.

Tetapi rokok elektronik sudah dikaitkan dengan peningkatan jumlah kematian baru-baru ini dan peringatan kesehatan, terutama di Amerika.

Para peneliti di University of California San Francisco mengatakan pasien mengalami pneumoconiosis hard-metal, yang biasanya ditemukan pada orang yang terpapar logam seperti kobalt atau tungsten yang digunakan untuk mempertajam alat-alat atau menghaluskan berlian.

Kondisi ini menyebabkan batuk terus-menerus dan kesulitan bernapas serta meninggalkan jaringan parut pada jaringan paru-paru.

47 Orang Meninggal karena Rokok Elektrik, 2.290 Orang Dirawat di RS

Kirk Jones, Profesor Klinis Patologi di UCSF, mengatakan, pasien ini tidak pernah merasa terpapar logam keras, jadi timnya mengidentifikasi penggunaan rokok elektronik sebagai kemungkinan penyebabnya.

Studi kasus itu, yang diterbitkan dalam European Respiratory Journal, mengatakan, ketika para peneliti menguji rokok elektronik pasien, yang digunakan bersama ganja, mereka menemukan kobalt dalam uap yang dilepaskannya, serta logam beracun lainnya - nikel, aluminium, mangan, timbal dan kromium.

Ini serupa dengan penelitian lain, yang menunjukkan bahwa unsur logam itu berasal dari kumparan pemanas yang ditemukan dalam perangkat vaping, tidak dari jenis isi ulang tertentu - seperti yang telah diperkirakan sebelumnya.

Ini Tanggapan BPOM Mengenai Rencana Pelarangan Rokok Elektrik

"Paparan debu kobalt sangat jarang di luar beberapa industri tertentu," kata Rupal Shah, asisten profesor kedokteran di UCSF, sebagaimana dikutip dalam studi tersebut.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved