Editorial Tribun Manado

 Mencontohi Wisata Prancis

Apakah kita yakin Manado Fiesta akan bertahan pada tahun-tahun mendatang? Atau bisa saja setelah era Wali Kota Vicky Lumentut, ajang ini malah hilang?

 Mencontohi Wisata Prancis
Youtube
Wisata religi di Lourdes, Prancis, menjadi magnet wisatawan mancanegara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PRANCIS menjadi negara yang disebut dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Pariwisata Daerah Sulawesi Utara pada Selasa (10/12/2019). Rapat turut mengundang dinas pariwisata di kota dan kabupaten se-Sulut dan para pelaku wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut Henry Kaitjily menekankan pentingnya Sulawesi Utara menjadi destinasi wisata yang kuat. Syaratnya, sumber daya manusia harus profesional serta sinergi antarpemangku kepentingan, termasuk swasta dan masyarakat.

Ia mengatakan, ada 3 sektor penting membangun negara, yakni investasi, perdagangan dan pariwisata. Dari tiga sektor itu pariwisata menjadi motor utama; pariwisata akan membawa investasi dan perdagangan.

Prancis pun disebut. Negara ini menjadikan pariwisata sebagai fondasi utama. Tiap tahun 85 juta turis berkunjung ke sana. Kata Henry, meski ada ada bencana ataupun serangan teroris, Prancis tetap dikunjungi karena menjadi destinasi yang kuat.

Pariwisata Prancis memang sudah berakar kuat. Bangunan-bangunan ikonik turut menjadikan wisata sejarah di sana magnet bagi para pelancong. Belum lagi rumah-rumah modenya yang mendunia meski harga fesyennya gila-gilaan.

Prancis juga punya event dunia, Tour de France. Belum lagi wisata religi di Lourdes yang tak pernah sepi dari wisatawan.

Gubernur Olly Target KEK Pariwisata Datangkan Sejuta Turis

Bagaimana dengan Sulawesi Utara? Daerah ini mungkin memiliki lebih banyak variasi, mulai dari wisata alam, budaya, religi, tradisi, event, dan sebagainya. Apakah semuanya adalah wisata yang kuat sehingga mendunia?

Harus diakui, kita masih tertopang oleh pesona alam yang indah sehingga para pelancong dunia mau datang ke sini. Kita punya destinasi yang komplet, dari laut, pantai, danau, sungai bukit, gunung, air terjun, hutan, pemandangan, termasuk kawasan pertanian. Langit kita pun masih bersih, pelancong dapat menikmati malam penuh bintang.

Namun, apakah kita yakin bahwa Manado Fiesta akan bertahan pada tahun-tahun mendatang? Atau bisa saja setelah era Wali Kota Vicky Lumentut, ajang ini malah hilang? Pun apakah Tomohon International Flower Festival, Festival Budaya Tondano, Festival Pesona Selat Lembeh akan lestari sehingga menjadi semacam “Tour de France”?

TV ABC News Australia Wawancara Gubernur Olly Soal KEK Pariwisata, Sulut The Next Bali

Kita baru menapaki tahap demi tahap pembangunan pariwisata untuk menjadikannya berakar. Benar kata Henry, tantangan kita ke depan adalah SDM. Mungkin saja karena SDM yang tak cakap sehingga bangunan-bangunan kuno dan tua yang pernah kita miliki tidak terawat.

Lihat saja tempat-tempat wisata yang sering dicoret oleh mereka yang masih kita sebut ‘usil’ atau ‘nakal’. Atau juga kebiasaan buang sampah sembarang yang membuat kota dan daerah kita tidak indah dijadikan objek foto.

Butuh tekad kuat dari semua pihak, tidak hanya pemerintah dan sektor swasta, untuk bersama-sama menjadikan pariwisata ini sebagai penggerak ekonomi. Tekad itu akan tercermin dari regulasi yang tepat agar pengembangan pariwisata dapat terus menjadi perhatian di saat pemimpin sudah berganti. (*)

Pelaku Persekusi Banser Ditangkap, Guntur Romli: Terima Kasih Polisi

ASN di Instansi Ini Mulai Bekerja dari Rumah

Dubes RI Untuk Arab Saudi: Rizieq Shihab Mohon Pahami, Orang Yang Keluar dari Pemerintah Bakal Mati

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved