Pelaku Persekusi Banser Ditangkap, Guntur Romli: Terima Kasih Polisi

Pelaku persekusi anggota Banser ditangkap polisi. Guntur Romli mengapresiasi aparat kepolisian yang telah menangkap pelaku.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Serambi Indonesia
Mohamad Guntur Romli 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Intelektual Muda NU, Mohamad Guntur Romli memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepolisian yang telah menangkap pelaku persekusi terhadap dua anggota Banser NU.

Seperti yang diberitakan sebelumnya dua anggota Banser yang melintasi Pondok Pinang Jakarta Selatan dihentikan paksa oleh seseorang dan dimaki-maki.

"Alhamdulillah saya dapat kabar, pelaku persekusi terhadap Banser sudah ditangkap polisi, kita apresiasi dan ucapkan terima kasih pada kepolisian yang telah sigap dan cepat menangani kasus ini" kata Guntur Romli.

Dengan adanya penangkapan ini Guntur Romli berharap situasi kembali kondusif dan menjadi pembelajaran bagi semua.

"Penangkapan ini positif karena akan mengembalikan situasi lebih kondusif, tidak ada isu balas dendam dan main hakim sendiri,

karena semua sudah diserahkan pada proses hukum, dan semoga kita semua bisa belajar dari kasus ini, tidak boleh ada pengkafiran dan makian terhadap sesama muslim dan saudara sebangsa setanah air" pungkas Guntur Romli.

Guntur Romli: Persekusi terhadap Anggota Banser, Pancingan yang Bertujuan Kerusuhan

Seperti dilansir Kompas.com, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Bastoni Purnama membenarkan bahwa H, pelaku persekusi anggota Banser NU sudah tertangkap.

"Benar sudah kami amankan," kata Bastoni saat dikonfirmasi, Kamis (12/12/2019).

Namun, Bastoni tidak mau merinci lebih jelas terkait proses penangkapan H yang terjadi hari ini.

Aksi persekusi itu berawal ketika kedua korban berboncengan menggunakan sepeda motor dari Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada Selasa (10/12/2019).

Korban dari arah Pasar Jumat menuju ke arah Depok kemudian dibuntuti oleh seseorang.

Pelaku kemudian memberhentikan korban di daerah Pondok Pinang.

Setelah diberhentikan, mereka berdua menerima perkataan yang kasar dan ancaman seperti yang berada di dalam video viral.

Tidak ada tindak kekerasan yang dialami korban saat diberhentikan pelaku.

Setelah dipersekusi, kedua korban dan pelaku pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Korban lalu melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved