Renungan Minggu
RENUNGAN - Lingkungan Hidup Layak Huni
Ada ritual dan simbol kecil, sederhana, tapi penuh makna, untuk membuka dan bahkan menjalani masa Adven.
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
Masing-masing anggota menjadi batu-batu yang hidup membangun lingkungan yang layak huni itu.
Yang satu tidak perlu menjadi sandungan bagi yang lain.
Semua anggota saling menerima untuk mewujudkan persaudaraan insani yang inklusif dan bersama-sama bersyukur dan bergembira : "betapa bahagianya kami berada di tempat ini" (Mat. 17.4)
Sidang KWI tahun 2019 di Bandung (4-14 November) mengambil tema dan memberi tekanan pada Persaudaraan Insani untuk Indonesia Damai.
Sambil mengenang perjalanan bersama sebagai satu bangsa, sungguh terasa betapa mahalnya kerukunan dan kedamaian itu.
Terlalu banyak biaya harus digelontorkan untuk itu, terlalu banyak energi dihabiskan untuk mewujudkannya; terlalu banyak waktu dan pekerjaan harus dikorbankan untuk itu; bahkan terlalu banyak nyawa melayang untuk menggapainya.
Kerukunan dan kedamaian itu memang harus dibayar mahal. Untuk mewujudkannya perlu ada perubahan dalam tata kelola pergaulan dan interaksi sosial.
Interaksi sosial itu perlu diletakkan di atas dasar yang kokoh, yaitu pengakuan atas persaudaraan insani.
Kesaksian tentang persaudaraan insani itu ditemukan secara sangat mengagumkan di kandang Betlehem, di mana tampil anak-anak manusia yang berkehendak baik untuk membangun lingkungan yang layak huni.
Mereka tampil sebagai pelaku-pelaku perubahan; mereka mau keluar dari kotak fanatisme mereka (keluarga, suku, agama, keyakinan, status, jabatan) dan mewartakan persaudaraan insani.
Yesus menjadi pelaku perubahan dan pembaharuan yang luar biasa.
Yesus mengubah kandang dan palungan menjadi rumah yang layak dihuni oleh manusia.
Palungan yang disiapkan untuk domba, kini menjadi tempat yang nyaman untuk Anak Domba Allah.
Kandang menjadi tempat berteduh segerombolan binatang kini menjadi rumah perjumpaan yang sangat nyaman antar manusia.
Dunia malam yang menakutkan untuk para gembala berubah menjadi malam yang penuh kedamaian dan membangkitkan keberanian untuk hidup.