Editorial Tribun Manado

Siswa Tikam Guru, Pendidikan yang Melenceng

Anak sering kehilangan sosok penuntun atau panutan. Mereka lebih mengagumi tokoh fiksi, sosok dalam permainan video.

Siswa Tikam Guru, Pendidikan yang Melenceng
jufry mantak/tribun manado
Kapolda Sulut temui tersangka pembunuh Guru SMK Ichtus Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - BANYAK yang tercengang saat mendengar atau membaca kabar penikaman terhadap seorang guru oleh siswanya di Mapanget Barat, Manado, Senin (21/10/2019). Setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Prof DR RD Kandou Manado, sang guru akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Tentu saja banyak yang mengecam, menyayangkan, atau bahkan mengutuk kasus penikaman tersebut. Kabar yang beredar, sang siswa melakukan hal itu karena tidak suka sang guru menegur dia merokok. Persoalan yang sederhana kelihatannya, tapi jauh di balik itu memendam persoalan besar.

Tentu saja persoalannya ada dalam hakikat pendidikan itu sendiri. Menelisik akar kata asingnya, edukasi atau education – berdasar pada bahasa Latin ‘dux - ducere’ (pemimpin, memimpin) yang diberi imbuhan ‘ex’ sehingga menjadi ‘ex ducere’ (memimpin keluar) – pendidikan hakikatnya memimpin atau membawa seseorang “keluar”, entah dari kebodohan, kebiasaan buruk, atau hal-hal negatif lainnya, kepada kebaikan dan kebenaran.

‘Didik’ atau ‘mendidik’ juga memiliki hakikat yang sama dengan ‘edukasi’, yang menyiratkan peran seseorang yang biasanya lebih tua, berpengetahuan luas, dan berpengalaman untuk membawa orang lain (murid) menjadi sama dengan dirinya. Pengetahuan dan kebaikan sang guru harus terjangkit pada anak-anak didiknya, lebih bagus lagi bila mereka melebihi sang guru.

Yang menjadi persoalan dalam kasus di Mapanget Barat justru bertolak belakang dari tujuan pendidikan itu sendiri. Sang murid bahkan berani melukai sang guru, sosok yang di kalangan masyarakat kita begitu dihormati. Pada akhirnya, dalam kasus ini, pendidikan tidak “membawa keluar” dari situasi negatif dan tidak berhasil menularkan kebaikan kepada sang murid.

Kasus ini menjadi bahan refleksi bersama semua pihak, terutama mereka yang memiliki peran sebagai pendidik. Siapa saja mereka itu? Selain guru atau pihak sekolah, peran ini juga diemban oleh orang tua atau keluarga, tokoh agama, masyarakat atau lingkungan, dan pemerintah.

UPDATE! Polisi Temukan Bukti Baru Kasus Siswa Tikam Guru di SMK Ichthus, Ternyata Ada 2 Tersangka

Ingat, sang anak tidak hanya menghabiskan waktu di sekolah, mereka juga ada bersama keluarga dan masyarakat. Institusi agama dan pemerintah juga punya peran dalam berbagai kesempatan.

Namun, melihat kondisi saat ini, anak sering kehilangan sosok penuntun atau panutan. Mereka lebih mengagumi tokoh fiksi, sosok dalam permainan video. Mereka tidak atau kurang mendapati sosok penuntun dan panutan itu dalam wujud yang nyata.

Sekolah hanya menjadi beban karena mereka selalu dituntut pada target-target kuantitatif, bukan kualitas. Suasana keluarga pun tidak menjadi tempat yang nyaman bagi mereka karena orang tua selalu sibuk dengan target-target ekonomi, melupakan waktu bermain bersama atau berbagi cerita.

Staf Tata Usaha SMK Ichthus Mengaku Masih Terbayang-bayang Peristiwa Penusukan Guru

Mendengar kabar penikaman siswa kepada sang guru, mungkin saja ada orang yang mengaku bangga pada pendidikan tempo dulu, ketika guru bertindak secara fisik dan kasar kepada murid-murid untuk memberi ‘kejutan’ demi laku yang baik. Tentu saja, cara mendidik ala gladiator seperti itu tidak lagi dapat dibanggakan saat ini.

Kita percaya siswa yang baik pasti terbentuk dari kebaikan, terutama dalam diri para pendidik, baik di sekolah, rumah, dan lingkungan. Pendidikan pun akan melenceng bila anak didik bisa berprestasi tapi hanya menjadi penjahat. (*)

Ivanhoe Sebut Jabatan Felly Runtuwene Sebagai Ketua Komisi IX DPR RI Sangat Tepat

Wow, Saya Merasa Nadiem Out of The Box: Para Guru Tak Mengira Bos Gojek Jadi Mendikbud

Dua Istri Baghdadi Pakai Rompi Bom: Trump Benarkan Pemimpin ISIS Tewas

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved