Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dua Istri Baghdadi Pakai Rompi Bom: Trump Benarkan Pemimpin ISIS Tewas

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi tewas setelah operasi militer

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribun jogja
Donald Trump 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi tewas setelah operasi militer AS di Suriah. "Al-Baghdadi sudah tewas," ujar Trump seperti dilansir dari AP, Minggu(27/10).

Dia mengatakan tidak ada personel AS yang tewas dalam misi tersebut. Al-Baghdadi memimpin teroris dunia dan bisa dibilang manusia paling dicari di dunia.

Partai Hanura Tak Diakomodir, Ketua DPP Hanura: Kami Tidak akan Meminta-minta Jabatan

Pada Sabtu (26/10) malam, Trump memberikan postingan di Twitter. "Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi! " katanya di Twitter.

Kantor media The Associated Press (AP) mengutip keterangan seorang pejabat AS yang mengatakan, bahwa pada Sabtu Al-Baghdadi menjadi target dalam serangan militer di Provinsi Idlib, Suriah. Juru bicara Gedung Putih, Hogan Gidley menjelaskan, Trump akan memberikan pernyataan utama pada Minggu (27/10) pukul 09.00 waktu setempat.

Baghdadi, yang nama sebenarnya adalah Ibrahim Awwad Ibrahim Ali Muhammad Al-Badri Al-Samarrai diduga melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan rompi bom ketika pasukan operasi khusus AS turun melakukan serangan. Aksi bom bunuh diri itu dilakukan Baghdadi setelah mengetahui dirinya tak mungkin lagi untuk melarikan diri dari kepungan dan serbuan pasukan khusus AS.

Baghdadi disebut tewas bersama dua istrinya. Anak yang diyakini masih hidup. Penyerbuan yang dimulai setelah tengah malam itu, memang menargetkan Baghdadi dan keluarganya yang diduga tinggal di desa Barisha di Provinsi Idlib dekat perbatasan Turki.

Dalam video serangan militer itu, terdengar suara helikopter dan kontak tembak. Kantor berita resmi Turki, Anadolu mengatakan delapan helikopter AS dan dua drone berpartisipasi dalam operasi militer. Operasi militer itu berlangsung 90 menit.

Ini Syarat Bagi Calon Perseorangan yang Hendak Maju di Pilkada Bolsel 2020

Pejabat Turki mengatakan mereka memiliki tahu mengenai operasi tersebut. Turki memiliki informasi Baghdadi telah tiba di lokasi, dimana ia dilaporkan meninggal. Laporan itu saat 48 jam sebelum ia tewas.

Televisi di Irak melaporkan, akan menyiarkan cuplikan dari serangan militer. Televisi Irak menambahkan, Badan intelijen Irak telah membantu menentukan lokasi Al-Baghdadi. Majalah AS Newsweek, yang pertama kali melaporkan berita itu, mengatakan telah diberitahu oleh seorang pejabat Angkatan Darat AS yang memberi penjelasan tentang penyerbuan tersebut. Ia mengatakan Al- Baghdadi sudah meninggal.

Belum ada konfirmasi atau bantahan dari media-media saluran ISIS mengenai kabar kematian Pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi dilaporkan tewas setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) di Suriah. Meskipun biasanya media-media saluran ISIS tidak terburu-buru untuk mengkonfirmasi atau menyangkal seperti kematian tokoh tertinggi dalam kelompok mereka.

Sebelumnya Al-Baghdadi juga pernah dikabarkan tewas dalam operasi militer. Namun kemudian tidak terbukti dan dinyatakan  masih hidup. Kejadian itu terjadi pada Mei lalu, saat Rusia yakin Al-Baghdadi sudah tewas dalam serangan mereka di Suriah.

Presiden Trump melumpuhkan Abu bakar al-Baghdadi
Abu bakar al-Baghdadi (Istimewa)

Dua Istri Baghdadi Pakai Rompi Bom

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper mengatakan Presiden Donald Trump menyetujui operasi militer terhadap Abu Bakar al-Baghdadi pada pekan lalu. Target operasi, menangkap al-Baghdadi atau jika perlu membunuhnya.

"Presiden menyetujui operasi terhadap sasaran, yaitu Abu Bakar al-Baghdadi. Jika kami tidak dapat menangkapnya, tentu saja kami akan membunuhnya," kata Esper, di Washington, Minggu (27/10).

Sedangkan Presiden Trump mengungkapkan ada tiga anak dan dua istri al-Baghdadi ikut tewas. Kedua wanita itu juga mengenakan rompi bunuh diri, namun tidak sempat diledakkan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved