Editorial Tribun Manado

Antisipasi Kelangkaan Elpiji

Sebagai koordinator, peran pemerintah sangat penting untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok benar-benar nyata dan bukan sekadar janji atau igauan

Antisipasi Kelangkaan Elpiji
KOMPAS/YULVIANUS HARJONO
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelangkaan sejumlah barang kebutuhan pokok yang biasanya terjadi jelang hari raya harus dapat diantisipasi sejak dini, bukan ketika kelangkaan itu sudah terjadi. Bila sudah terjadi, yang rugi dan merasakan dampaknya tentu saja warga.

Langkah antisipatif telah dilakukan Pemerintah Kota Manado. Bagian Perekonomian Setda Kota Manado telah bertemu dengan PT Pertamina untuk mempersiapkan kebutuhan bahan bakar elpiji 3 kilogram dua bulan sebelum hari raya Natal dan Tahun Baru.

Kepala Bagian Perekonomian Nolfie Talumewo mengatakan, kebutuhan normal elpiji bersubsidi 16.339 metrik ton akan ditambah 778 metrik ton. Setiap 10 hari, ada 2.000 metrik ton yang dipasok untuk kebutuhan warga. Dengan upaya ini, ia yakin kelangkaan bahan bakar elpiji 3 kilogram tidak akan terjadi.

"Semua kebutuhan tersebut tetap bisa dipenuhi sehingga tidak ada kekurangan, meskipun kebutuhan sedang tinggi," ujar dia, Selasa (1/10/2019).

Hanya saja, kata dia, pengawasan dan pemantauan tetap harus diperlukan. Pemerintah menyadari bakal ada saja oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan lebih dari musim ini. Maka itu, langkah antisipatif lainnya adalah memastikan elpiji subsidi memang diperoleh oleh mereka yang berhak.

Golongan mampu yang seharusnya tidak menikmati bahan bakar subsidi harus sadar dan diawasi agar membeli bahan bakar nonsubsidi. Pemerintah berharap, rumah-rumah makan kategori menengah ke atas juga tidak mengambil jatah warga miskin dan usaha kecil.

Tentu saja pengawasan utama ada pada jalur distribusi. Dalam hal ini, pemerintah harus mewaspadai agen dang pangkalan. Pada merekalah ada jalur distribusi penting, sehingga gangguan pada dua titik itu bakal mengganggu penyaluran di tingkat bawah yang akhirnya menciptakan kelangkaan dan harga mahal.

Baca: Depot Elpiji Amurang Beroperasi, Warga Harap Tak Ada Lagi Kelangkaan

Baca: Elpiji Langka, Warga Nyaris Adu Jotos

Baca: Pemprov Sulut Heran Masih Ada Kasus Elpiji Langka, Curiga Ada Oknum Nakal

Pemerintah Kota Manado berjanji akan mengawasi agen dan pangkalan, jangan sampai mereka juga terlibat dalam aksi “penyengsaraan” warga.

Kita berharap, upaya antisipatif ini tidak hanya berlaku di Kota Manado, melainkan juga di semua wilayah di Sulawesi Utara ini. Pemerintah daerah harus berinisiatif mempersiapkan pengamanan kebutuhan pokok hari raya agar warga tidak kesulitan.

Sebagai koordinator, peran pemerintah sangat penting untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok benar-benar nyata dan bukan sekadar janji atau igauan.

Yang tak kalah penting adalah peran pihak keamanan. Upaya antisipatif juga wajib mereka lakukan, jangan baru bertindak ketika semuanya sudah sulit. Bila mendapati oknum-oknum yang berniat jahat, jangan sampai terjadi kongkalikong karena hanya akan memupuk subur praktik-praktik serupa di kemudian hari pada setiap momen penting warga.

Warga pun harus berani bersuara bila mendapati ketidakberesan distribusi dan ketersediaan bahan pokok hari raya. Jangan takut melapor, jangan biarkan oknum-oknum jahat menyengsarakan kita.

Semoga dengan langkah antisipatif ini kita semua menciptakan kondisi yang nyaman dan aman menyambut hari raya. (*)

Baca: Surya Paloh Tertawa Tanggapi Sikap Megawati

Baca: Hillary Sebut Wajar Citra DPR Buruk: Begini Kata Pengamat Politik soal Perilaku DPR

Baca: Hakim Minta Menteri Enggar Dibawa ke Pengadilan

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved