Tajuk Tamu Tribun Manado
Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
yang harus diwaspadai terkait henti jantung: pusing seperti mau pingsan, kehilangan keseimbangan tubuh, langsung terjatuh dan hilang kesadaran.
Oleh:
Prof Dr dr Starry H Rampengan SpJP(K) MARS
Pengurus PERKI Sulawesi Utara
PENYAKIT jantung dan pembuluh darah merupakan pembunuh nomor 1 baik di Indonesia, Eropa, Amerika dan seluruh dunia.
Orang dengan penyakit jantung koroner berisiko terkena nyeri dada dan serangan jantung. Faktor risiko tertentu meningkatkan kemungkinan berkembangnya penyakit jantung koroner.
Penyakit jantung koroner memengaruhi pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke jantung.
Bahan berlemak yang disebut plak menumpuk di lapisan pembuluh darah (aterosklerosis). Plak terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat lain yang ditemukan dalam darah.
Plak mengeras dan mempersempit arteri, mengurangi aliran darah ke otot jantung. Area plak dapat pecah, menyebabkan gumpalan darah terbentuk di permukaan plak.
Jika gumpalan menjadi cukup besar, sebagian besar bisa atau sepenuhnya memblokir aliran darah yang kaya oksigen ke bagian otot jantung.
Bagian dalam pembuluh darah menjadi sempit membuat arteri tersumbat. Hal tersebut dapat menyebabkan nyeri dada bahkan serangan jantung.
Nyeri dada/ ketidaknyamanan di dada dan serangan jantung terjadi ketika darah kaya oksigen tidak cukup mengalir ke area otot jantung.
Nyeri dada terasa seperti tertekan benda berat atau meremas di dada. Rasa sakit juga dapat terjadi di bahu, lengan, leher, rahang atau punggung.
Baca: Orang Asia Alami Penyakit Jantung di Usia Lebih Muda, Ini Cara Hidup Lebih Sehat
Baca: Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung Tinggi, Berikut Ada 7 Cara Menjaga Kesehatan Jantung
Beberapa tanda-tanda yang harus diwaspadai terkait henti jantung di antaranya: pusing seperti mau pingsan, kehilangan keseimbangan tubuh, langsung terjatuh dan hilang kesadaran.
Lakukan resusitasi jantung dan paru (RJP) apabila menemukan orang lain yang langsung jatuh tergeletak. Cobalah untuk memanggil dan membangunkan orang tersebut. Bila tidak kunjung bangun segera memanggil bantuan.
Tidak ada penyebab tunggal penyakit jantung koroner, tetapi ada faktor risiko yang meningkatkan peluang orang untuk mendapatkan penyakit jantung koroner.
Beberapa faktor risiko seperti umur (risiko meningkat seiring bertambahnya usia), jenis kelamin (sebelum usia 60 pria berisiko lebih besar dari pada wanita) dan riwayat keluarga. Faktor risiko tersebut tidak dapat diubah.
Beberapa faktor risiko penyebab penyakit jantung koroner yang dapat diubah seperti kadar kolesterol darah, tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, kegemukan dan obesitas, kurang olahraga, konsumsi alkohol dan stres berlebihan.
Kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung koroner masih bisa dicegah atau ditunda dengan memodifikasi faktor risiko di antaranya: rutin memeriksakan diri terkait kadar kolesterol, gula darah dan tekanan darah, kontrol kolesterol darah dengan cara hindari mengonsumsi makanan tinggi lemak, kurangi konsumsi gula dan garam berlebih, batasi konsumsi daging merah.
Baca: Sebuah Penelitian Mengungkap, Golongan Darah Tertentu Beresiko Terkena Penyakit Jantung
Baca: Info Kesehatan: Merokok dengan Intensitas Tinggi, Dapat Memicu Terkena Penyakit Jantung Koroner
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/serangan-jantung_20180916_162412.jpg)