Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kerusuhan di Deiyai

Viral Foto Leher Bripda Dedi Tertancap Panah Bentrok Kerusuhan Deiyai, Sebelumnya Diduga Telah Gugur

Menariknya dia masih sanggup bertahan, kendati panah itu masih dalam posisi menancap di tubuhnya.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Bripda Dedi yang terkena panah saat rusuh di Deiyai, Papua 

Menurut Rudiantara, Telkomsel hingga kini sedang berusaha memperbaiki kabel yang diputus atau melakukan pengalihan trafik agar layanan suara dan SMS bisa segera difungsikan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika, imbuh dia, juga sudah berkoordinasi dengan Polri/TNI untuk membantu pengamanan perbaikan di ruang terbuka.

Sebelumnya diberitakan, massa di Kota Jayapura kembali menggelar unjuk rasa, Kamis, menyikapi dugaan tindakan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. 

Namun, sebelum massa melakukan orasi, situasi malah memanas. Situasi berubah rusuh.

Baca: Hindari 6 Jenis Sayuran Ini Bagi Anda Penderita Asam Urat, Cegah Sebelum Terlambat

Baca: Urus Kerusuhan Papua: Simak Wawancana Khusus dengan Wiranto

Baca: Informasi Terbaru Penemuan Jasad Pria Dalam Mobil Terbakar, Ini Identitasnya

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO

Setelah insiden tersebut Bripda Dedi mendapat perawatan intensif dan dievakuasi ke Kabupaten Mimika.

Dalam foto yang beredar di grup WhatsApp, tampak Bripda Dedi mengalami luka panah di bagian leher.

Beberapa rekannya tampak menolong Dedi, mereka berusaha melindunginya dari serangan massa yang mengamuk.

Baca: Messi Kalahkan Ronaldo Raih Penyerang Terbaik, Perolehan Gelar Ronaldo Masih Unggul

Baca: Film Disney Raya and The Last Dragon Terinspirasi dari Indonesia

Baca: Tergiur Arisan Online Fiktif yang Hasilkan Uang Puluhan Juta, Sang Korban Malah Tekor Rp 149 Juta

Setelah dievakuasi, Bripda Dedi masih bisa duduk dan sanggup bertahan dari panah yang menancap pada lehernya.

Selain Bripda Dedi, dua rekan dari Polri juga terkena panah, yakni Bripka Rifki dan Barada Akmal.

Dari TNI, Serda Rikson Edi Candra meninggal dunia dan dua rekannya Sertu Sunendra dan Serka Arif Y terluka kena panah dan senjata tajam.

Sebelumnya diberitakan, bentrok antarmassa dengan aparat keamanan terjadi di Kabupaten Deiyai, Papua, pada Rabu (28/8/2019) siang.  

Massa pada saat itu ingin kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan tidak rasisme kepada mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Eko juga memastikan ada perampasan senjata yang dilakukan massa, namun ia belum dapat memastikan jumlahnya.

Baca: TERKINI Mutilasi Kasir Indomaret: Ibunda Vera Oktaria Mengamuk pada Prada DP, Minta Dihukum Mati

Baca: DAFTAR Korban Kerusuhan di Deiyai Papua, Duka Selimuti Angkatan Bersenjata Indonesia

Baca: VIDEO TERBARU, Ahok Cerita Pernah Diprotes Ibu-ibu Bhayangkara Soal Nama, Tonton di Sini

Menurut Eko, kini situasi di Distrik Waghete, Deiyai, sudah berangsur kondusif dan massa telah membubarkan diri sejak pukul 16.00 WIT.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved