Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Karusuhan di Deiyai

DAFTAR Korban Kerusuhan di Deiyai Papua, Duka Selimuti Angkatan Bersenjata Indonesia

Hal ini menimbulkan kontak tembak antara aparat dan massa yakni antara panah dan senjata tajam.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
Tribunnews
Kerusuhan di Papua 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polri mengabarkan kondisi terkini terkait bentrok di Deiyai, Papua yang terjadi pada Rabu (28/8/2019).

Sebanyak 2 warga sipil menjadi korban tewas dalam kericuhan tersebut.

Tak hanya itu, 6 anggota TNI-Polri juga jadi korban, bahkan 1 orang anggota TNI gugur.

Kericuhan terjadi diDeiyai,Papuapada Rabu (28/8/2019).

Aksi unjuk rasa dilakukan oleh massa sekitar 500 orang.

Korban Kerusuhan di Deiyai Papua, 6 Anggota TNI-Polri Luka, 1 Orang Gugur dan 2 Warga Sipil Tewas
Korban Kerusuhan di Deiyai Papua, 6 Anggota TNI-Polri Luka, 1 Orang Gugur dan 2 Warga Sipil Tewas (Kolase Tribun Manado/Foto dari berbagai sumber)

Aksi tersebut dilakukan pada Rabu (28/8/2019) pagi pukul 09.00 WIT di halaman Kantor Bupati Deiyai.

Mereka menyerukan adanya referendum.

Bupati Deiyai dituntut untuk menandatangai persetujuan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo.

"Mereka menuntut bupati menandatangani persetujuan referendum," kata Dedi di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/8/2019) sore, dikutip dari Kompas.com.

Awalnya, aparat gabungan TNI-Polri nyaris berhasil membujuk massa.

Namun, saat negosiasi berlangsung, sekitar seribu orang tiba-tiba datang ke lokasi aksi unjuk rasa.

Mereka datang dari berbagai penjuru.

Baca: Ibu 36 Tahun Ini Punya 44 Anak, Saat Umur 23 Ia Miliki 25 Anak, Terungkap Diusia Berapa Ia Menikah

Baca: VIDEO Wanita yang Viral Ditendang Anaknya karena Tak Diberi Rp 10 Ribu Meninggal Dunia

Baca: Penyesalan Wanita Muda yang Nikahi Kakek 70 Tahun Demi Uang, Anak Sudah Tiga dan Alami Ini

Ribuan orang tersebut bahkan membawa senjata tanjam dan diduga kuat membawa senjata api.

Hal ini menimbulkan kontak tembak antara aparat dan massa yakni antara panah dan senjata tajam.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved