Berita Manado

Anggaran Rp 60 Miliar Tak Mampu Bersihkan Kota Manado Selama Warga Masih Buang Sampah Sembarang

Dengan dana yang besar, persoalan sampah yang tak tertangani maksimal menjadi pertanyaan. Broery pun menyinggung perilaku warga.

Anggaran Rp 60 Miliar Tak Mampu Bersihkan Kota Manado Selama Warga Masih Buang Sampah Sembarang
Tribun Manado
Petugas BPBD sedang menguras endapan sedimen tanah dan sampah plastik yang menyumbat drainase di Jalan Maesa, Kelurahan Malendeng, Rabu (14/11/2018). Pengerjaan drainase sepanjang satu kilometer lebih ini merupakan langkah untuk mencegah banjir menjelang musim hujan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Persoalan pelik dihadapi Pemerintah Kota Manado untuk mewujudkan kebersihan kota.

Apalagi status sebagai kota terkotor sudah mencoreng Manado yang berbenah menuju kota pariwisata dunia.

Status kota terkotor tersebut kembali mengemuka di lokakarya Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang diselenggarakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara di Hotel Aston, Jalan Sudirman, Wenang, Manado, Rabu (21/8/2019).

Isu diangkat Sergius Agama dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Taas.
"Kenyataannya begitu (kotor)," ujar Sergius.

Banyak petugas kebersihan di Kota Manado, tapi yang tertangani hanya sampah di jalan, sementara di selokan dan drainase jadi tempat tertampung sampah.

Sergius menyinggung dulu di Manado ada program yang bernama Jumpa Berlian (Jumat Pagi Bersihkan Lingkungan Anda).

Namun, aksi tersebut belakangan sudah hilang. Ia perlu menyoroti persoalan ini karena saat ini Kota Manado jadi tujuan wisata.

"Kota ini terlihat bersih di jalan raya tapi di selokan?" ungkapnya.

Ia mengambil contoh satu di antara kota di Jawa yang berhasil mengatasi sampah. Di selokan maupun di sungai tak ada sampah.

"Kenapa di Manado tak bisa?" kata dia.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved