Utusan Prabowo Lakukan Ini kepada Maruf Amin

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak hadir dalam rapat pleno penetapan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA
Tim Kuasa Hukum pasangan calon wali kota dan wakil walikota Tangerang Selatan, Ikhsan Modjo dan Li Claudia, Habiburokhman di Gedung MK, Kamis (7/1/2016) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak hadir dalam rapat pleno penetapan Jokowi-Ma'ruf sebagai capres-cawapres terpilih periode 2019-2024 di kantor KPU RI, Jakarta Pusat. Kehadiran keduanya diwakili oleh Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra, Habiburokhman.

Saat momen pemberian berita acara penetapan capres-cawapres terpilih, pendukung pasangan calon nomor urut 01 memberikan tepuk tangannya ke Habiburokhman saat dirinya maju ke depan. Dirinya juga diacungi jempol oleh para pendukung pasangan calon nomor urut 01.

Baca: Ini yang Dilakukan Vanessa Angel usai Hirup Udara Bebas

Setelah itu, Habiburokhman maju ke depan untuk menerima surat keputusan dari Ketua KPU RI Arief Budiman. Namun beberapa langkah ia maju, Habiburokhman menyempatkan diri untuk membungkukan badannya ke arah Jokowi-Ma'ruf yang duduk pada sofa hitam depan di atas panggung.

Setelah menerima salinan surat keputusan dari Ketua KPU RI, Habiburokhman tak langsung kembali ke tempat duduknya. Dirinya lebih dulu menghampiri Jokowi dan Maruf Amin. Ia mencium tangan Maruf Amin dan kemudian menyalami Jokowi.

Berlanjut, Habiburokhman juga mendatangi dan Ia menyalami satu per satu pendukung Jokowi-Ma'ruf seperti Erick Thohir dan Hasto Kristianto. Setelahnya, kemudian ia kembali ke tempat duduknya.

Baca: Jokowi Tumpang Mobil Amin Datangi KPU: Begini Ceritanya

KPU sebenarnya mengundang secara resmi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dan menaruh harapan besar kedua pasangan calon tersebut untuk datang.  Prinsip yang mereka pegang, mengajak para peserta Pemilu dan umumnya masyarakat luas, sama-sama menyambut presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024.

"Prinsipnya kita ingin seluruhnya hadir dan sama-sama kita sambut pemimpin baru kita," ujar Komisioner KPU RI Ilham Saputra.

Ilham ingin representasi kehadiran kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam tahapan pamungkas pesta demokrasi ini bisa dijadikan ajang "fairness" menerima hasil Pemilu dengan lapang dada, terlepas dari ketidaksesuaian hasil yang didapat.

"Kita menginginkan kemudian fairness tercapai kemudian seluruh orang yang berkontestasi hadir dan menerima hasil Pemilu ini, kan idealnya seperti itu," ujar dia.

Lebih lanjut, Ilham mengkonfirmasi bahwa para pendukung Prabowo dan Sandiaga Uno tetap hadir dalam rapat pleno penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Diketahui, KPU membagi jatah 20 undangan ke masing-masing pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk bisa menghadiri penetapan presiden dan wakil presiden sore ini.

"Jumlah pendukung paslon ada 20 masing-masing. Dan saya sudah konfirmasi pendukung paslon 02 akan datang," ujar Ilham.

Baca: Tim Basket Putra Sulut Dibekali Pembentukan Team Work oleh Kodim Manado

Halal Bi Halal

Terpisah, Sandiaga Uno memilih menghadiri berbagai acara salah satunya talk show 'OK OCE: Ekonomi Kreatif dalam Industri Halal untuk Kesejahterahan Umat'di JCC Senayan, Senayan, Jakarta. Sandiaga tiba sekitar pukul 13.50 WIB dan pulang pada pukul 15.00 WIB.

"Ada beberapa kegiatan, ada acara Halalbihalal Sarikat Islam Indonesia dan kita juga ada beberapa konsolidasi, kita juga ketemu sama pers di rumah siap kerja nanti," kata Sandiaga.

Eks Wagub DKI Jakarta itu kemudian menjelaskan mengapa dirinya dan Prabowo Subianto tak ikut menghadiri penetapan presiden dan wapres 2019. Sandiaga mengatakan, keputusan itu diambil untuk menjaga perasaan para pendukung.

"Ya sudah diputuskan kita enggak hadir, sudah kita sampaikan kepada KPU terimakasih undangannya. Tentunya kita ingin memberikan kesempatan kepada yang kemarin dimenangkan oleh MK untuk hadir dan memberikan kesempatan juga untuk para pendukungnya.

Karena kita tidak ingin ada potensi dan kita harus jaga perasaan daripada para pendukung, kita tetap menghormati proses ini, tapi kita sudah putuskan untuk tidak hadir," ujarnya. (Tribun Network/dan/yud/wly)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved