Mengabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat
Keluarga yang Diberkati
Kata keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga”: artinya “anggota”, “kelompok kerabat”.
Ayat 4, diberkati (Ibrani. barak) bahwa laki-laki (suami) yang takut Tuhan akan menikmati berkat yaitu kebahagiaan karena imannya, kesetiaan dari isterinya dan ketaatan anaknya sebagai anugerah Tuhan. Ayat 2-4, menegaskan bahwa kebahagiaan keluarga teralami karena hidup takut Tuhan dengan menjalani kehendak-Nya, inilah yang dilukiskan sebagai berkat.
Ayat 5-6, menyatakan bahwa berkat akan teralami ketika umat datang beribadah di Sion (Rumah Tuhan) sebagai simbol dimana Tuhan hadir dalam persekutuan dengan umat. Berkat akan tercurah kepada semua orang, masing-masing “menurut jalan yang ditunjukkan-Nya” di dalam Taurat dan melalui firman dimana berkat kesejahteraan atau kebahagiaan Yerusalem akan dinikmati.
Berkat Tuhan bukanlah milik pribadi yang hanya dinikmati sendiri, melainkan kebahagiaan yang berdampak ke dalam persekutuan baik di Yerusalem maupun sampai kepada anak cucu. Mereka akan hidup untuk melihat keluarga mereka bertumbuh dalam iman. Inilah “syalom” damai sejahtera atas seluruh umat sebagai bentuk doa.
Makna dan Implikasi Firman
Dasar utama menikmati kebahagiaan sebagai berkat adalah takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya serta melakukan Firman-Nya. Takut akan Tuhan adalah bentuk hormat dan penghargaan melalui ketaatan dengan melakukan kehendak-Nya.
Menikmati kebahagiaan sebagai berkat karena hidup takut akan Tuhan; harus melalui kerja keras dan akan menikmati hasil jerih payahnya; dibarengi dengan kecakapan melalui hikmat isteri mengelola berkat dan anak yang terdidik dalam ketaatan dan suami yang beriman dengan takut akan Tuhan.
Keluarga yang diberkati berarti menikmati kebahagiaan seumur hidup atau sepanjang masa, baik keadaannya (sejahtera), keturunannya diberkati dan damai sejahtera dinikmati oleh keluarga dan menjadi berkat bagi masyarakat. Berkat di sini dimengerti sebagai konsekwensi dari pilihan hidup atau pilihan iman, yakni takut akan Tuhan.
Tujuan keluarga yang diberkati yakni: supaya hidup bahagia seumur hidup; keturunan diberkati dan kebahagiaan serta damai sejahtera teralami dalam keluarga yang berdampak pada jemaat dan masyarakat. Diberkati dan menikmati kebahagiaan bukan berarti tanpa ada pergumulan, justru hal tersebut merupakan persiapan untuk menikmati kebahagiaan sejati.
Masalah sering mucul dalam keluarga terhadap gangguan dan persoalan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, antara lain: malas beribadah, hubungan suami isteri (Pria idaman lain dan Wanita idaman lain), soal ekonomi (kerja dan pengangguran), anak (pergaulan dan studi), KDRT dan perceraian yang justru menganggu rasa kebahagiaan.
Mengikuti kehendak Tuhan seperti kata Firman: Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33). Inilah yang harus menjadi fokus utama dalam kehidupan spiritual dengan terus mencari Tuhan, menjaga iman dan menghasilkan buah, maka berkat kebahagiaan dan harmonisasi akan mengiringi perjalanan kehidupan keluarga.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
Apa yang anda pahami tentang keluarga yang diberkati menurut Mazmur 128?
Apa manfaatnya menjadi keluarga yang diberkati bagi Gereja dan Masyarakat?
Jelaskan upaya-upaya Gereja dan Pemerintah dalam mengatasi persoalan-persoalan dalam keluarga?
NAS PEMBIMBING: Matius 6:33
POKOK-POKOK DOA:
Keluarga yang hidup dalam takut akan
Peran keluarga dalam Pendidikan Agama kristen.
Kemampuan menata dan mengolah b
Bahagia meliputi keluarga dan masyarakat
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK I
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan_20180619_113201.jpg)