Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Politik

Pernyataan Arief Poyouno kepada SBY Dikritik Sandiaga Uno: Bukan Seperti Itu

Sandiaga Uno angkat bicara soal koleganya di koalisi sekaligus Waketum Gerindra Arief Poyouno yang menyengat hatinya.

Editor: Frandi Piring
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/1/2018) malam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menyayangkan pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono yang meminta Partai Demokrat (PD) keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Saya mengkritisi Pak Arief. Ini bulan suci Ramadhan harus memberi pernyataan yang sejuk. Kalimat seperti itu tidak senada dengan bulan Ramadhan yang bulan silaturahim, saya menyayangkan," kata Sandiaga di gedung Pandan Sari, Jl Pusdika, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (10/5/2019).

Ia menilai pernyataan Arief tidak sejalan dengan yang terjadi di koalisi.

Menurutnya, partai koalisi masih menjalin komunikasi yang baik dengan elit Demokrat.

“Koalisi kita solid. Alhmadulillah solid sama Pak Syarief Hasan (Wakil Ketua Umum Partai Demokrat) juga,” jelas Sandi.

Serangga Undur-undur

Sebelumnya, Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Partai Demokrat untuk keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Selain itu, Arief menyebut sikap Ketua Umum (Ketum) Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bak serangga undur-undur.

Hal itu disebut Arief lantaran Demokrat telah merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf.

"Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla mencle segala," kaya Poyuono saat dikonfirmasi, Jumat (10/5/2019).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. (Wahyu Aji/Tribunnews.com)
Arief mengatakan, pihaknya tak keberatan jika Demokrat keluar dari koalisi Adil Makmur.

Menurutnya, selama ini Demokrat tak memiliki pengaruh dalam upaya pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres.

Justru, kata Arief, masuknya Demokrat dalam koalisi malah membuat suara paslon 02, menurun.

"Monggo keluar aja deh, wong nggak ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo-Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara lo," ucap Arief Puyono.

Baca: Dampak Demokrat di Koalisi Adil Makmur, Arief Puyouno: Buat Suara Prabowo-Sandi Menurun

Baca: Laporan Pengajuan Ujaran Kebencian & Rencana Makar Politikus Gerindra

Baca: TERBARU pemilu2019.kpu.go.id Hasil Real Count KPU 2019,11 Mei Pukul 09.00 WIB, Data Masuk 76,67%

Ungkit Kasus Hambalang

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved