Teroris Ditangkap di Bitung

2 Terduga Teroris Ditangkap di Bitung, Terungkap Niatnya: People Power Sarana Aksi Bom Bunuh Diri

Kelompok terduga teroris yang ditangkap di Bekasi, Tegal, dan Bitung diketahui hendak memanfaatkan momentum unjuk rasa di Jakarta dalam melakukan aksi

2 Terduga Teroris Ditangkap di Bitung, Terungkap Niatnya: People Power Sarana Aksi Bom Bunuh Diri
tribun bali
ISIS (ilustrasi teroris) 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Tim gabungan Densus 88 Satuan Wilayah Papua, Satuan Wilayah Sulutenggo, dan Tim Wanteror Satbrimob Polda Sulut, menangkap 2 terduga teroris di Terminal Penumpang Pelabuhan Samudra Bitung, Sulawesi Utara (Sutut), Kamis (2/5/2019) sekitar pukul 05.45 Wita.

Dua orang pria yang ditangkap oleh  Densus 88 itu di Bitung bernisial RH alias, Edo atau Krio.

RH adalah Pria kelahiran Titirante, kelahiran 28 Maret 1982.

Sedangkan yang satunya berinisial Musa S, pria kelahiran Pulan Brandan, 3 Februari 1990. 

Meski keduanya ditangkap bersamaan di Kota Cakalang Bitung, namun rupanya mereka memiliki perannnya masing-masing.

Kedunya juga diketahui memiliki rentetan keterlibatan dengan sejumlah aksi teror di Indonesia.

 Berikut keterlibatan dari terduga teroris RH.

- Target DPO Satgaswil Sumbagsel

- Amir Mudiriyah Bandar Lampung 

- Pada tahun 2017 mengikuti IDAD di pantai Mutun Teluk Betung Lampung, dengan cara berlatih berenang dan melakukan latihan menembak menggunakan senapan angin.

- Pada tahun 2017 mengikuti IDAD di Pantai Clara atau Pulau kuburan, Teluk Betung dengan cara berlatih berenang dan melakukan latihan menembak menggunakan senapan angin.

- Pada tahun 2018 mengikuti survei tempat liburan untuk anak-anak tahfiz di Pulau Kuburan di wilayah Pesawaran Lampung Selatan dan diadakan pelatihan atau idad menembak dengan senapan angin.

- Pada tanggal 15 Agustus 2018 mengikuti Idad di Tempat Wisata Pegunungan dan Pemandian Kampung Harapan (di dekat air terjun), Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Papua.

- Pasca penangkapan Ujang Saepurohman (Amir JAD Lampung) pada 3 Mei 2018 RH, yang bersangkutan melarikan diri ke Papua.

Baca: Rentetan Keterkaitan 2 Terduga Teroris yang Ditangkap di Bitung Dalam Aksi Teror di Indonesia

Baca: KRONOLOGI LENGKAP Penangkapan 2 Terduga Teroris di Pelabuhan Bitung, Ditangkap Pagi Pukul 05.45 Wita

Baca: 2 Terduga Teroris Ditangkap di Bitung, Mereka Anak Buah Aktor Kerusuhan Mako Brimob Kelapa Dua Depok

Terduga selanjutnya, Musa S, pria kelahiran Pulan Brandan, 3 Februari 1990 punya keterkaitan yakni :

- Pada tahun 2017 mengikuti Idad di pantai Mutun Teluk Betung Lampung dengan cara berlatih berenang dan melakukan latihan menembak menggunakan senapan angin.

- Pada tanggal 15 Agustus 2018 mengikuti Idad di Tempat Wisata Pegunungan dan Pemandian Kampung Harapan (di dekat air terjun), Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Papua.

- Pasca penangkapan Ujang Saepurohman (Amir JAD Lampung) pada 3 Mei 2018 RH, yang bersangkutan melarikan diri ke Papua.

Kapolres Bitung AKBP Stefanus Michael Tamuntuan saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. "Menurut info yang saya dapat bahwa benar ada penangkapan terduga teroris di Pelabuhan Bitung," ujarnya Selasa (7/5/2019). 

Selain di Kota Cakalang Bitung, Densus 88 juga melakukan penangkapan terduga teroris lainnya d sejumlah tempat di Jawa Barat, Sulawesi, Tegal hingga Jawa Tengah.

Rentetan penangkapan tersebut bermula dari operasi Densus 88 Antiteror Polri di Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (02/05/2019).

Dari operasi tersebut, Densus 88 Antiteror Polri menangkap 2 orang terduga teroris di Bitung.

Keduanya berinisila RH dan M.

Dari hasil pengembangan keterangan yang di RH dan M, kemudian kepolisian menangkap seorang berinisial SL alias Abu Faisal di Kawasan Babelan, Bekasi, Sabtu (4/5/2019).

Pada hari yang sama, Densus 88 juga berhasil menangkap AN dan MC.

Jika AN ditangkap di Tambun Selatan, Bekasi.

Sementara MC di amankan di Tegal, Jawa Tengah.

Berbagai keterangan dari para terduga kemudian dikembangkan.

Densus 88 kemudian bergerak, Minggu (5/4/2019) dini hari, ke kawasan RT01/RW01 Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (5/5/2019) dan berhasil mengamankan 2 orang terduga teroris.

Dari penangkapan tersebut diamankan 3 orang terduga teroris berinisial MI, IF alias Samuel, dan T.

Total terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 yakni ada  8 orang.

Tribunmanado.co.id mengutip dari Tribunnews dari hasil pengembangan pihak kepolisian, diketahui dua orang terduga teroris di Bitung RH dan M ini akan bergabung dengan kelompok yang di Poso.

Keduanya merupakan anak buah SL yang hendak bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso.

SL sendiri sebelumnya melarikan diri setelah diketahui menjadi aktor penggerak sel teroris ketika kerusuhan terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Baca: Rencana & Keterlibatan Terduga Teroris di Sulawesi Utara, Diringkus Densus 88 Antiteror Polri Bitung

Baca: 8 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88, 2 Orang Terduga Diamankan di Bitung Sulawesi Utara

Baca: Puasa Dalam Ketakutan Teror Chistchurch , Berikut Hak Khusus Muslim di Selandia Baru Pada Ramadan

Sejumlah anggota Densus 88 Anti Teror melakukan penggerebekan terhadap dua terduga teroris di Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5/2019).
Sejumlah anggota Densus 88 Anti Teror melakukan penggerebekan terhadap dua terduga teroris di Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5/2019). (ISTIMEWA)

SL kemudian melarikan diri ke Papua untuk melakukan latihan dan membentuk sel teroris baru.

Dari sana, SL membagi dua kelompoknya.

Pertama untuk menuju Bekasi dan kedua untuk bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso.

"Kemudian mereka lari ke Papua, membentuk sel di Papua, mereka membentuk 2 sel. Pertama menuju ke Bekasi, kemudian kelompok kedua akan bergabung ke Poso," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019).

Lokasi Penangkapan Teroris di Bekasi
Lokasi Penangkapan Teroris di Bekasi (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

SL diketahui sebagai pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.

Kelompok yang dipimpin SL merupakan jaringan terstruktur dan gerakannya sudah termonitor sejak 2014.

Kelompok SL ini berbaiat kepada Pimpinan JAD Indonesia, Oman Abdurrahman

SL pun terlibat dalam sejumlah aksi terorisme yang terjadi di Indonesia.

Pada 2017, SL mengikuti pertemuan di Lamongan untuk melancarkan aksi di Jakarta khususnya terkait peristiwa bom Thamrin.

Kemudian, peran dari AN dan MC dalam kelompok tersebut adalah menyembunyikan SL.

Sementara 3 terduga teroris lain MI, IF alias Samuel, dan T merupakan anggota JAD yang dipimpina SL

IF alias Samuel diketahui memiliki kemampuan merakit bom yang lebih senior," kata dia.

Dalam penyergapan tersebut, T tewas saat dilakukan penangkapan.

Dedi mengatakan yang bersangkutan sempat diberikan tembakan terukur lantaran melawan dan akan melempar bom saat akan ditangkap.

"Adapun pelaku terakhir adalah T yang ditangkap Densus. (T) Melakukan perlawanan dengan melempar bom, sehingga dilakukan (tindakan tegas) melumpuhkan yang bersangkutan. Yang bersangkutan tertembak dan bomnya meledak," kata Dedi.

polisi-densus-88-teroris-bekasi
polisi-densus-88-teroris-bekasi (Istimewa)

Terungkap Niat Para Terduga Teroris

Kelompok terduga teroris yang ditangkap di Bekasi, Tegal, dan Bitung diketahui hendak memanfaatkan momentum unjuk rasa di Jakarta dalam melakukan aksi terornya.

"Ketika di Jakarta ini ada unjuk rasa dan mengarah pada tindakan anarkis, chaos, nah ini merupakan momentum bagi yang bersangkutan untuk melakukan serangan aksi bom bunuh diri atau melakukan aksi terorisme. Sehingga bisa menjadi pemantik bagi kelompok lainnya untuk melakukan hal yang sama," ujar Dedi, Senin (6/5/2019).

"Apabila ada kejadian semacam people power itu sebagai sarana bagi kelompok itu untuk langsung melaksanakan aksi terorismenya dan ini berbahaya," imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan kelompok pimpinan SL jugat akan melakukan penyerangan terhadap Pos Polisi di Jatiasih.

Bahkan, pihak teroris telah menggambar dan merencanakan aksinya.

Jenderal bintang satu tersebut menegaskan jika pemanfaatan momentum itu adalah untuk membuat suatu kegaduhan yang lebih luas secara masif. Dengan harapan, emosi masyarakat akan terpengaruh akibat serangan tersebut.

Karenanya, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan Densus 88 Antiteror dan Satgas Antiterorisme dan Radikalisme akan terus memonitor secara intensif pergerakan kelompok tersebut.

"Demikian juga kita juga mewaspadai sleeping-sleeping sel yang tidak terstruktur yang akan melakukan aksi-aksi terorisme," katanya. (Tribunmanado.co.id/Indri Fransiska Panigoro/Fin)

#2 Terduga Teroris Ditangkap di Bitung, Terungkap Niatnya: People Power Sarana Aksi Bom Bunuh Diri

Tonton dan subscribe channnel Tribun Manado: 

Follow Instagram Tribun Manado:

 

Penulis: Reporter Online
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved