Pemilu 2019

Hati-Hati! Permainan Formulir C1 Diperjualbelikan di Kalangan Wakil Rakyat

Permainan kertas CI dalam Pemilu yang marak di perjual belikan kepada Caleg-caleg. Ini Ulasannya!

Hati-Hati! Permainan Formulir C1 Diperjualbelikan di Kalangan Wakil Rakyat
Bukalapak
Anda Caleg Baca Buku Ini - Nurmal Idrus 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam tiga pekan pasca pemungutan suara Pemilu 2019 lalu, lembaran kertas C1 yang gampang lusuh ini menjadi barang paling dicari di Indonesia. Menjadi masuk akal untuk dicari karena lembaran kertas ini menjadi penentu besaran perolehan suara baik capres dan juga caleg. 

Pilihan-pilihan pemilih di lima kertas suara Pemilu di TPS oleh KPPS, dipindahkan menjadi catatan-catatan tulis tangan ke dalam formulir C1 ini. Kertas suara langsung menjadi barang tak berguna, ketika catatannya sudah dipindahkan ke C1, kecuali ada penghitungan suara ulang.

C1 sendiri terdiri dari dua bahagian penting. C1 Plano berukuran besar yang diisi dengan kode tally, ditempel dipapan penghitungan suara TPS, yang merupakan rekapitulasi perolehan suara. Dari C1 Plano berhologram ini, kemudian dipindahkan ke C1 yang lebih kecil berupa sertifikat perolehan suara beserta banyak lampirannya.

C1 Plano jumlahnya hanya satu lembar saja per parpol. Tak ada salinannya begitu juga kopiannya. C1 Plano ini juga disebut kitab rekapitulasi suara. Kertas ukuran plano yang lembarnya hingga maksimal 20 buah per TPS ini, dimasukkan ke dalam kotak suara yang selanjutnya dikirim ke PPK di kecamatan.

Baca: 5 Caleg Mantan Koruptor Maju Nyaleg di Sulut, Bagaimana Nasib Mereka? Berikut Prediksinya

Direktur Nurani Starategic Nurmal Idrus (kanan) memperlihatkan Buku Menembus Parlemen yang diterbitkannya saat bertandang ke redaksi Tribun TImur, Jl Cendrawasih, Makassar, Kamis (14/2). Buku setebal 166 halaman itu sengaja diterbitkan untuk memberikan pemahaman bagi bakal calon legislatif yang ingin maju pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.
Direktur Nurani Starategic Nurmal Idrus (kanan) memperlihatkan Buku Menembus Parlemen yang diterbitkannya saat bertandang ke redaksi Tribun TImur, Jl Cendrawasih, Makassar, Kamis (14/2). Buku setebal 166 halaman itu sengaja diterbitkan untuk memberikan pemahaman bagi bakal calon legislatif yang ingin maju pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. (TRIBUNTIMUR/SANOVRA JR)

Direkapitulasi suara di kecamatan, saat para pihak tak sepakat dengan hasil penghitungan di C1 kecil, maka C1 Plano ini menjadi penengah.

Tak ada yang bisa membantah angka apapun di C1 Plano sebab hanya satu buah. Namun, kisruh juga kadang terjadi ketika C1 Plano hilang di dalam kotak atau oleh KPPS yang tak paham dengan juknis menyimpannya di luar kotak saat dikirim ke kecamatan.

Sementara itu, berbeda dengan C1 Plano, C1 yang lebih kecil, mempunya puluhan salinan. Dipegang oleh KPPS, PPS, KPU, para saksi dan panwas TPS serta C1 hologram yang berada di dalam kotak bersama C1 Plano.

Pertikaian di tingkat rekapitulasi kecamatan sering terjadi dan memperlambat rekapitulasi oleh karena C1 kecil ini. Karena banyak salinannya maka tak ada yang bisa menjamin ada tangan-tangan nakal yang mengutak-atik angkanya sebelum dibawa ke kecamatan.

Lalu, mengapa begitu sulitnya banyak pihak terutama caleg yang kesulitan mendapatkannya. Setelah saya analisis situasi terakhir di Pemilu 2019 ini maka saya menarik dua kesimpulan.

Pertama, kesalahannya ada pada penyelenggara yang mayoritas tak mempublikasikan C1 ini di tingkat TPS dan PPS. Padahal dalam UU 7/2017, KPPS wajib mencantumkan C1 di TPS pasca penghitungan selesai.

Halaman
12
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved