Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi Bawa Keranda di Depan KPU: Rezim Ini Sudah Zalim

Para relawan yang sebagian besar kaum emak-emak tersebut datang menggunakan pakaian serba hitam dan berdiri di depan gerbang KPU.

Editor: Rhendi Umar
Tribunnews.com/Reza Deni
Sejumlah relawan pendukung paslon 02 Prabowo-Sandiaga mendatangi KPU RI pada Kamis (2/5/2019) sore 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah relawan pendukung paslon 02 Prabowo-Sandiaga mendatangi KPU RI pada Kamis (2/5/2019) sore.

Kedatangan mereka tergabung dalam Relawan Satgas Rekap Militan.

Mereka, seperti diketahui menuntut agar KPU tidak berbuat curang yang menurutnya sudah terstruktur, sistematis, dan masif.

Para relawan yang sebagian besar kaum emak-emak tersebut datang menggunakan pakaian serba hitam dan berdiri di depan gerbang KPU.

Tak hanya itu, emak-emak tersebut membawa keranda yang ditutupi kain putih bertuliskan 'Azab KPU Curang, Jenazah Memanjang'.

"Rezim ini sudah zalim, kecurangan pemilu yang sudah tersebar di mana-mana. Kalau KPU membiarkan kecurangan ini, semoga azab Tuhan menerpa mereka," kata Tri Erniati yang berorasi di atas mobil komando.

Baca: Masih Belum Dapat Izin, Persebaya Surabaya vs Madura United Kemungkinan Digelar setelah Lebaran

Emak-emak yang berada di depan gerbang KPU kemudian meneriakkan "KPU Jangan Curang!" dan "Bangsa Indonesia Bangkit!"

"KPU Kantor Pemakaman Umum, KPU Kantor Pemakaman Umum!" teriak massa emak-emak.

Tri berjanji jika jajaran KPU tetap membiarkan kecurangan terjadi hingga 22 Mei 2019 yang diketahui sebagai batas akhir rekapitulasi nasional.

"Kalau masih ada kecurangan, kami akan buat perhitungan. Kami akam kembali datang ke KPU dengan massa yang lebih banyak" kata Tri.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebut Pemilu Banyak Kecurangan, Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Bawa Keranda di Depan KPU

Rizieq Shihab Minta Real Count KPU Dihentikan, KPU: Kami Tidak akan Tunduk

Imam Besar FPI Rizieq Shihab memberi usulan kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk mendesak KPU RI segera hentikan real count alias hitung cepat resmi mereka.

Menanggapinya, Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menegaskan pihaknya tidak akan pernah tunduk pada pihak manapun, dan tak mempan dengan ancaman atau tekanan apapun.

Wahyu juga tegas mengatakan bahwa pernyataan dirinya ini bukan hanya wacana belaka, tapi akan dibuktikan ke depan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved