Ahok Nyaris Terlibat Keributan di Jepang
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menggunakan hak suaranya pada pemilihan umum dan pemilihan calon presiden.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menggunakan hak suaranya pada pemilihan umum dan pemilihan calon presiden-calon wakil presiden. Ia mencoblos di Osaka, Jepang, Minggu (14/4). BTP mengaku nyaris terjadi keribuhan, sebab ia dikerjai seorang oknum penyelenggara pemilu.
"Saya sudah antre, dibilang nggak boleh. Harus antre. Padahal sudah bawa form A5 yang untuk nyoblos di luar negeri. Jadi hampir saja dikerjai oknum tadi," kata BTP seperti dikutip dalam video yang dikirimkan seorang aktivis, WNI yang tinggal di Jepang, Vera Aoki kepada Tribunnews.com, Minggu (14/4).
Formulir A5 adalah surat keterangan untuk pindah temapt pemungutan suara (TPS), termasuk saat bepergian ke luar negeri. BTP juga menyatakan telah menyelamatkan beberapa warga Indonesia yang akhirnya boleh mencoblos setelah ditolak oknum tersebut untuk menggunakan hak pilihnya.
"Saya berusaha tidak marah setelah ke luar penjara. Tapi menghadapi oknum begitu rasanya mesti marah juga biar dia takut," kata BTP di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Osaka, Minggu.
BTP pun ngobrol bersama masyarakat Indonesia di Osaka. "Jadi rupanya saya di Osaka ini untuk menyelamatkan beberapa suara orang Indonesia," kata BTP.
Selama di Jepang Basuki Tjahaja Purnama mengaku sempat makan ikan buntel. BTP bersama warga Indonesia lainnya antre menunggu giliran untuk memberikan suaranya pada pemilu 2019.
Ribuan warga Indonesia yang berada di Jepang memenuhi haknya sebagai warga negara dengan berpartisipasi mengikuti pemilu 2019 di Jepang, kemarin. Tampak di antaranya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang tengah berada di Osaka.
"Sejak pagi sedikitnya 500 orang hadir di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Bahkan mungkin seharian ini bisa seribuan orang ikut berpartisipasi dalam pemilu tahun 2019 ini," ungkap seorang saksi pemilu di Tokyo.
Hal serupa terjadi di Osaka. Sejak pagi ratusan WNI hadir ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk memenuhi hak suaranya. Warga Indonesia yang berada di Jepang antre untuk mencoblos memenuhi hak pilihnya dalam pemilihan presiden 2019 di Tokyo. Warga mengantre teratur dengan melewati tenda-tenda yang dipasang di lokasi tempat pemilu tersebut.
"Semua berjalan dengan lancar Alhamdullilah karena di Jepang kita juga sudah terbiasa untuk antre sih ya," kata dia.
Tampak warga Indonesia yang berada di Jepang termasuk yang membawa suami warga asing dan juga membawa anaknya antre untuk mencoblos, memenuhi haknya dalam pemilihan presiden 2019 di Tokyo.
Jumlah WNI di Jepang saat ini tercatat lebih dari 56.000 orang, di antaranya 3.323 orang adalah ilegal (overstay) yang jumlahnya mengalami kenaikan 60,1 persen dibandingkan 1 Januari 2018. WNI yang jauh dari Tokyo dan Osaka juga telah menerima surat suara lewat pos.
Warga telah mengembalikannya ke kantor perwakilan Indonesia di Jepang khususnya panitia Pemilu yang akan membuka dan menghitung pada tanggal 17 April 2019. Makanan dan minuman disediakan gratis hanya untuk para saksi dan petugas panitia pemilu saja.
Akibat melonjaknya jumlah penduduk ilegal Indonesia di Jepang, penyeleksian WNI yang ingin masuk Jepang dengan visa pelajar dan visa kerja dan atau magang menjadi sangat ketat sampai dengan tahun 2020 mendatang.
Nyaris Ribut
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sempat terlibat kesalahpahaman saat akan meberikan hak suaranya di KJRI Osaka, Jepang, Minggu (14/4) sekira pukul 16:30 waktu Jepang atau pukul 14.30 WIB.
BTP atau Ahok kesal kepada seorang saksi pasangan calon nomor urut 02 -Pwabowo Subianto-Sandiaga S Uno, dan menyebutnya sebagai oknum. BTP pun sempat marah kepada yang bersangkutan. Saksi pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Vera Kurniawati menjelaskan peristiwa tersebut dipicu kesalahpahaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ahok-basuki-tjahaja-purnama.jpg)