Pilpres
Mengacu ke Survei Internal, Prabowo Yakin Posisinya Sangat Kuat dan Diambang Kemenangan
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan, lima hari menjelang pemungutan suara, elektabilitasnya kini berada dalam posisi yang kuat.
Ada juga para ulama dan toko masyarakat Ciamis, Jawa Barat yang ikut mendampingi.
Baca: Ardi Bakrie Rekam Detik-Detik Seorang Pria yang Akan Loncat Bunuh Diri
Di antaranya, KH Maksum selaku Ketua FPI Jawa Barat; sesepuh Ponpes Miftahul Huda Utsmaniah, Cikole, Ciamis; serta KH Nonof Hanif selaku Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Ciamis dan penggerak aksi 212 dan tokoh-tokoh masyarakat Ciamis lainnya.
"Saya, Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Ciamis yang telah datang dari tempat yang jauh untuk datang ke tempat ini. Kalian rela berpanas-panasan dari pagi tadi, terima kasih atas perjuanganmu," beber Prabowo Subianto.
"Saya di sini didampingi oleh Jenderal purnawirawan Djoko Santoso, Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman, dan para ulama dan tokoh masyarakat Ciamis, Jawa Barat yang tidak saya sebut semuanya," tambahnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto mengajak para pendukungnya memenangkan pasangan nomor urut 02, dengan selisih keunggulan di atas 25 persen suara.
Hal itu ia katakan saat mengajak sejumlah dosen dan akademisi yang tergabung dalam Gerakan Elaborasi Rektor, Akademisi, dan Aktivis Kampus se-Indonesia (Geraaak), untuk turun memenangkannya di Pemilu Presiden 2019.
Baca: Fakta Terbaru Kasus Pengeroyokan Siswi SMP Pontianak: Korban Sebut Alat Vital Tak Pernah Dicolok
Menurutnya, seorang cendekiawan seharusnya tidak tinggal diam melihat rakyatnya gelisah.
"Untuk apa cendekiawan kalau tidak bisa melihat kegelisahan? Untuk apa gelar? Dan saya malu punya gelar kalau saya tidak bisa membela rakyatnya sendiri," ujar Prabowo Subianto di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (5/4/2019).
Oleh karena itu, Prabowo Subianto mengajak para cendekiawan untuk turun memenangkan dirinya pada pemilu 11 hari lagi.
Sehingga, menurut Prabowo Subianto, selisih kemenangannya dari Jokowi bisa di atas 25 persen.
"Beberapa hari lagi kita harus benar-benar turun dan atasi niat-niat kecurangan. Kita harus menang dengan angka yang sangat besar. Kita harus menang dengan selisih di atas 25 persen, karena potensi dicuri sekian belas persen," katanya.
Prabowo Subianto yakin kemenangan di Pilpres 2019 bisa dicapai, karena rakyat menghendakinya. Ia mengatakan bila rakyat sudah berkehendak, jangankan pemilu, mengusir penjajah pun bisa dilakukan.
"Saya percaya dulu kita mengusir penjajah hadapi kekuatan paling canggih, tapi kita bisa kalahkan. Kalau ada mereka-mereka yang tidak bisa memahami keinginan rakyat, bahkan rakyat ingin diinjak-injak, ditakut-takuti, maka mereka akan takut melihat keberanian rakyat," paparnya.
Patokannya Survei
Menangggapi ucapan Prabowo Subianto, calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin menyebut tidak ada lembaga survei yang menyatakan pasangan nomor urut 02 bakal unggul di Pemilihan Presiden 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prabowo-disamakan-dengan-bung-karno-oleh-amien-rais.jpg)