News Analysis
Ferry Liando: Awas Massa Bayaran
Pengalaman selama ini kebanyakan orang yang menghadiri kampanye adalah orang-orang yang dimobilisasi.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
Ferry Liando: Awas Massa Bayaran
News Analysis oleh:
Ferry Liando
Pengamat Politik Sulawesi Utara
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jika massa itu datang di tempat kampanye dengan sebuah kesadaran untuk mendengarkan kampanye atau karena tertarik dengan pilihannya saya kira itu luar biasa.
Dan ini jadi pukulan buat tim sukses capres Jokowi amin di Sulut.
Peserta kampanye sebanyak 20 ribu orang bukanlah angka yang kecil.
Namun demikian jangan sampai peserta kampanye itu bukan datang dengan sebuah kesadaran politik.
Pengalaman selama ini kebanyakan orang yang menghadiri kampanye adalah orang-orang yang dimobilisasi.
Dibujuk diajak oleh tim sukses.
Kalau orang datang di tempat kampanye dengan cara dibujuk atau dipaksa dengan cara diiming-imingi sesuatu maka 20 ribu orang yang hadir saat kampanye belum tentu akan sama dengan pilihannya tanggal 17 nanti.
Pengalaman di kampanye tahun 2014 lalu ada sopir mikrolet dan tukang ojek mengakui bekerja sama dengan tim sukses.
Angkotnya disewa mendatangi lokasi kampanye, namun harus ada ketentuan yakni harus berisi penumpang.
Begitu juga dengan tukang ojek, yang harus mengikutsertakan penumpang.
Ada juga pengalaman, masyarakat dibujuk dengan kaos sebagai daya tarik masyarakat untuk datang.
Ada juga tim sukses menawarkan hiburan karena kehadiran artis dangdut di acara kampanye.
Saat pemilu 5 tahun lalu banyak cara yang bisa dilakukan oleh panitia agar pesertanya membludak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/manado_20180524_101351.jpg)