Sandi Batal Nyanyi di Konser Dhani: Panitia Tak Kantongi Izin Khusus
Konser untuk musisi Ahmad Dhani bertajuk "Hadapi dengan Senyuman" mendadak batal digelar, Minggu (10/3). Persoalannya penyelenggara
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, SURABAYA - Konser untuk musisi Ahmad Dhani bertajuk "Hadapi dengan Senyuman" mendadak batal digelar, Minggu (10/3). Persoalannya penyelenggara acara di Grand City Mall, Surabaya, tersebut belum mengantongi surat izin dari polisi.
Ketua Panitia sekaligus Ketua IKI WAE Event Organizer konser, Didik Darmadi, mengakui konser yang telah menjual 500 tiket itu ditunda lantaran surat izin penyelenggaraan acara tidak lengkap. Didik menerangkan, sejak awal pihaknya telah memenuhi prosedur izin ke pihak Polda Jatim.
"Ini faktor perizinan saja. Awalnya kami melengkapi izin hanya untuk konser karena informasi awal menyebut Bang Sandi (Sandiaga Uno, cawapres nomor urut 02) tidak dijadwalkan hadir," katanya di lokasi acara.
Namun setelah ada beberapa perubahan agenda, yaitu konser tersebut akan dihadiri oleh Sandiaga Uni, perlu izin khusus. "Ternyata harus ada dua izin yaitu izin keramaian dan kedua izin khusus kehadiran capres cawapres," tambahnya.
Sandiaga Uno sebenarnya dijadwalkan menyeumbang suara. Ia dipersiapkan menyanyi lagu Hadapi dengan Senyuman atau Separuh Nafasku. "Itu dipilih satu saja," kata Didik.
Pukul 17.22 WIB, tepat tiga jam sebelum konser dijadwalkan resmi dimulai (pukul 20.00), Didik menegaskan konser ditunda hingga minggu depan. Namun untuk detail waktu dan tanggal, pihaknya masih harus menunggu hasil koordinasi dengan pihak Grand City sebagai pemilik gedung.
"Kami sudah bertanya ke pihak Grand City untuk melihat kapan ada hari kosong. Mungkin minggu depan kita akan lihat jadwal hari yang disediakan oleh Grand City," katanya.
Terkait ratusan tiket yang telanjur dibeli oleh para penonton, Didik mengatakan, pihak panitia siap mengembalikan uang. "Untuk para penggemar Ahmad Dhani yang sudah telanjur membeli tiket kami akan kembalikan uangnya. Penonton bisa datang ke panitia untuk menukarkan tiket," katanya.
Menurut Didik, terhitung sudah ada 301 tiket terjual ke masyarakat umum sedangkan 200 tiket khusus dijual kepada para relawan. Kabar tentang adanya pembatalan konser sudah santet terdengar sejak beberapa hari lalu.
Pada pukul 15.00, Minggu, polisi mendatangi panitia di lokasi konser untuk menanyakan soal perizinan. Sejam kemudian polisi mengadakan rapat tertutup di sebuah ruang pertemuan di Grand City, bersama ketua panitia dan pihak Manajemen Grand City.
Dari Polri hadir Wakil Direktur Intelijen dan Kemanan (Intelkam) Polda Jatim, Kapolrestabes Surabaya, Wakapolrestabes Surabaya, dan Kapolsek Genteng.
Rocky-Neno batal
Rencana semula konser itu akan menampilkan musisi Anang Hermasyah, Ashanti, Ari Lasso, dan Judika. Bukan hanya musisi saja, selain itu dijadwalkan hadir pengamat sosial Rocky Gerung dan Neno Warisman.
"Rencananya Rocky Gerung dan Neno Warisman hadir. Namun karena pertimbangan keamanan akhiarnya batal," kata Didik Darmadi. Begitu pula sejumlah musisi membatalkan kehadirannya.
"Mas Ari Lasso, Mas Anang, Mbak Ashanti dan lainnya juga mau hadir tapi kebetulan ada acara lain yang sudah ada kontraknya, sehingga untuk kali ini belum bisa tampil," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ahmad-dhani-dan-sandiaga-12121.jpg)