Pemilu 2019

Kapolda Beber Sejumlah Ancaman terhadap Pemilu, Termasuk Teror, Hoaks dan Politik Uang

Kapolda Sulut Irjen Sigid Tri Hardjanto menyebut beberapa potensi ancaman yang akan muncul dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Kapolda Beber Sejumlah Ancaman terhadap Pemilu, Termasuk Teror, Hoaks dan Politik Uang
ISTIMEWA
Kapolda Sulut Irjen Sigid Tri Hardjanto menyampaikan materi dalam rakerda persiapan pemilu di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus, Wanea, Manado, Senin (25/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kapolda Sulawesi Utara Irjen Sigid Tri Hardjanto menjadi pembicara dalam rapat koordinasi daerah (rakorda) persiapan Pemilu 2019 di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus, Wanea, Manado, Senin (25/2/2019).

Rakorda dipimpin Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, serta dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, para kepala daerah, camat, lurah, dan kepala desa se-Sulawesi Utara.

Dalam pemaparannya, Kapolda Sigid menyebut beberapa potensi ancaman yang akan muncul dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Ancaman yang dimaksud adalah ancaman teror.

"Mudah-mudahan ini tidak terjadi dan aparat keamanan khususnya polisi bisa mengatasinya," ujar Kapolda.

Kapolda menegaskan, pelaksanaan Pemilu 2019 harus aman. Aparat keamanan, khususnya polisi, harus bisa mengatasinya dan mengantisipasi pengamanan.

Hal lain yang menjadi atensi adalah soal penyebaran hoaks. Kata Kapolda, harus diwaspadai bersama hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan di Sulut.

BERITA POPULER:

Baca: Soal Puisi Neno Warisman di Acara Munajat 212, PBNU Ingatkan Soal Adab Dalam Berdoa

Baca: Suara Prabowo Ungguli Jokowi Dalam Trens Of Awareness, Simak Penjelasannya

Baca: Ini Petunjuk Teknis Lomba Musik Kolintang HUT ke-30 KBK KM

"Tujuan semburan kebohongan untuk menciptakan keresahan yang membuat masyarakat bingung," tegas Kapolda.

Potensi ancaman lainya yaitu black campaign, aparat penyelenggara pemilu yang tidak profesional, politik uang atau serangan fajar, serta keterlambatan logistik pemilu.

“Semua harus mempersiapkan diri, semuanya bisa bersinergi, dan kita, TNI-Polri, sudah membuat komitmen netral. Semua stakeholder wajib bersinergi, pelaksanaan pemilu pada semua tahapan harus aman,” kata Kapolda. (*)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved