Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

CEO Bukalapak Minta Maaf

CEO Bukalapak Achmad Zaky secara resmi memberikan permohonan maaf atas pernyataannya di Twitter baru-baru ini.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
antara
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky (ketiga kanan) dan Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid (kanan) meninjau stan mitra Bukalapak saat Perayaan HUT ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis (10/1/2019). Bukalapak pada usia ke-9 tahun telah merangkul lebih dari empat juta pelapak dan 50 juta pengguna se-Indonesia. 

Dahnil mengatakan bahwa sudah bukan rahasia lagi bahwa riset dan penelitian masih kurang mendapat perhatian pemerintah. Oleh karena itu dana yang digelontorkan untuk riset sangatlah kecil.

"Jadi menurut saya marilah kita berdemokrasi dengan dewasa dengan matang begitu ya, jangan kemudian orang mengkritik kemudian berbeda pilihan kemudian memberikan hukuman terhadap kegiatan ekonominya," katanya.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin menilai militansi pendukung pasangan calon presiden 01 makin kuat. Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menilik dari gerakan di sosial media demi merespon pernyataan CEO Bukalapak Achmad Zaky. Tanda tagar uninstall Bukalapak pun menjadi pembicaraan tertinggi di sosial media Twitter. Respon pendukung Jokowi atas pernyataan Zaky menunjukkan militansi makin kuat.

"Tetapi dari apa yang terjadi juga menunjukkan bagaimana militansi pendukung Pak Jokowi itu makin kuat. Tidak hanya di darat, tetapi juga di udara dan di langit pun juga makin kuat," ucap Hasto.

Hasto menerangkan data yang dikutip Zaky dalam twitnya adalah data lama. Hasto mengklaim anggaran riset di era pemerintahan Jokowi selalu meningkat. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, mengatakan ke depan akan didorong pembentukkan badan riset berskala nasional. Hasto mengingatkan kepada publik Zaky sudah meminta maaf dan tidak perlu dipermasalahkan lagi.

"Kita ini bangsa timur, namanya orang sudah minta maaf dan klarifikasi," kata Hasto. (Tribun Network/fik/nis/ria/wly)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved