FPI Minta Warga Buang Tabloid Indonesia Barokah
Ketum Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis ikut menanggapi beredaranya tabloid Indonesia Barokah
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Terpisah, Anggota Dewan Pers Nezar Patria mengungkapkan, pihaknya tengah mempelajari aduan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terhadap Tabloid Indonesia Barokah. Menurutnya, Dewan Pers tengah mengkaji isu terkait obyektivitas atau keberimbangan dari pemberitaan tabloid tersebut.
"Semua anggota dewan pers mempelajari, kemungkinan ada rapat untuk berikan penilaian terhadap Tabloid Indonesia Barokah. Hasil sementara sebelum pendalaman belum terlihat fitnah menjurus ke hoax atau sebarlan kebencian tapi lebih ke soal keberimbangan," kata Nezarý.
Ia memastikan, aduan BPN Prabowo-Sandi akan direspon dengan memanggil kedua belah pihak untuk klarifikasi. Dewan Pers juga akan melakukan pengecekan apakah artiket yang dimuat dalam tabloid tersebut merupakan produk jurnalistik atau bukan.
"Kami jamin akan objektif melepaskan dari unsur-unsur politik. Tempatkan keduanya sebagaimana aturan-aturan di dewan pers. Kami juga memastikan apa alamat perusahaan sesuai tercantum, pengecekan sengan berjalan, coba uki setiap artikel apa memenuhi standar jurnalistik," paparnya.
Nezar menambahkan, pihaknya akam memanggil perwakilan dari sejumlah partai politik untuk mendengar pendapat mereka. "Gugatan arahnya ke mana juga sedang dipelajari, apa pelanggaran pemilu ke Bawaskan, atau pelanggaran UU pers.
Setelah pokja bekerja, kita akan minta pendapat sejumlah partai tentang tabloid ini nanti ada rapat terkait itu," pungkasnya. Sebelumnya ditemukan Tabloid Indonesia Barokah yang isinya menyudutkan pasangan Prabowo-Sandi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Salah satunya di Tasikmalaya.
Dilansir dari Tribun Jabar, Bawaslu Kota Tasikmalaya menemukan ratusan paket berisi Tabloid Indonesia Barokah yang diduga bermuatan kampanye hitam, Rabu (23/1) siang.
Tabloid tersebut dikirimkan ke sejumlah alamat di Kota Tasikmalaya. Peredaran Tabloid Indonesia Barokah yang saat ini menyita perhatian publik karena diduga berisikan konten politik yang tendensius.
Paket ditemukan Bawaslu Kota Tasimalaya di Kantor Pos Kota Tasikmalaya. Paket terbungkus amplop cokelat itu dikirimkan dari Bekasi dan ditujukan ke DKM dan sejumlah pondok pesantren di Kota Tasikmalaya.
"Paket dikirimkan dari Bekasi, dari kantor redaksi tertulis di sana, alamat tujuan kebanyakan DKM-DKM dan pengurus ponpes," kata ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Ijang Jamaludin.
Ijang belum mengetahui motif tabloid tersebut ditujukan ke lembaga-lembaga agama. "Saat ini kami lapor ke Bawaslu Jabar, kemudian tengah dalam pengkajian terlebih dahulu nanti status hukumnya seperti apa," ujar Ijang Jamaludin. (Tribun Network/dan/fik/ria/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tabloid-barokah.jpg)