Sandiaga Siapkan 100 Juru Bicara Pengganti: Dahnil Mengaku Ditipu Ratna
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mengaku sudah menyiapkan tambahan 100 orang sebagai juru bicara
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mengaku sudah menyiapkan tambahan 100 orang sebagai juru bicara (jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pemanggilan dua juru bicara BPN oleh Polda Metro Jaya yaitu Nanik S Deyang dan Dahnil Anzar Simanjuntak terkait kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.
"Nanti akan kami tambah jubir karena Bu Nanik dan Pak Dahnil yang dipanggil itu jubir semua, kami siapkan pengganti di BPN untuk bantu tugas mereka berdua, ada sekitar 100 anak-anak muda penggiat bidang ekonomi," ujar Sandiaga.
Baca: Kubu Jokowi-Maruf Tantang Kubu Prabowo-Sandiaga Sebut Kepala Daerah yang Mendapat Intimidasi
Sandiaga sendiri mengaku berbincang dengan Dahnil sebelum yang bersangkutan diperiksa Polda Metro Jaya hari ini. "Semalam kami berbincang dan kami minta untuk mengikuti proses hukum, dan saya sudah sampaikan akan menambah jubir untuk bantu beliau sebagai koordinator jubir," jelas Sandiaga.
Selain pengusaha, Sandiaga juga mengaku meminta sejumlah tokoh agama untuk menjadi jubir BPN. "Kami dapat masukan ada tokoh agama yang masuk dan kami sudah minta Gus Irfan untuk menjadi jubir BPN karena beliau juga tokoh ekonomi keumatan," kata Sandiaga.
Sementara itu pemeriksaan terhadap Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai saksi dalam kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet akhirnya selesai. Dahnil diperiksa sekitar 9 jam lamanya.
Dahnil diketahui tiba di Markas Polda Metro Jaya pukul 10.00 WIB keluar dari Direskrimum sekira pukul 19.00 WIB. Ketua Tim Kuasa Hukum Dahnil, Krist Ibnu T. Wahyudi mengatakan dalam pemeriksaan tadi, Dahnil dicecar sebanyak 43 buah pertanyaan.
"Pak Dahnil belum pernah ketemu dengan Ratna Sarumpaet. Jadi menurut kami keterangannya tidak terlalu signifikan tapi penyidik memiliki kewenangan," ujar Krist di Polda Metro Jaya, Jakarta kemarin.
Krist mengatakan Dahnil menjawab semua pertanyaan dari penyidik dengan sangat baik dan lugas. "Suasana pun sangat kondusif. Kami dikasih makan dan minum, pukul 11.55 WIB kami diberi waktu untuk ishoma, dan kemudian lanjut lagi," tambahnya.
Baca: Penyidik Cecar 43 Pertanyaan kepada Dahnil Anzar saat Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Ratna Sarumpaet
Adapun Krist menegaskan bahwa posisi Dahnil sebagai orang yang melihat, mendengarkan, dan mengetahui sendiri kejadian yang sebenarnya.
Sementara itu, Dahnil kembali menegaskan terkait dirinya yang ikut membela Ratna adalah soal kepercayaan.
"Iya karena kami percaya dengan Bu Ratna, dia anggota tim dan kami percaya sama dia," kata dia.
Dahnil juga mengaku merasa tertipu dengan kabar bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet. Dahnil juga mengaku tak pernah bertemu dengan Ratna.
"Nggak tahu saya, yang jelas saya ditipu oleh mbak Ratna," kata Dahnil.
Dahnil enggan menjelaskan lebih detail soal materi pemeriksaan kasus tersebut. Dia hanya menegaskan bahwa dirinya saat itu percaya kepada Ratna karena bagian dari tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Dia anggota tim. Dan kita percaya sama dia," ujarnya.
Hampir Jatuh
Ada insiden yang hampir saja menimpa Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang usai dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dahnil_20181016_212213.jpg)