Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Naik Kelas

Selain keuntungan, tantangan Polda Sulut juga kian berat. Seperti siswa yang naik kelas, tentu level pelajaran pun akan semakin berat.

Editor:
TRIBUNMANADO GRAFIS/YUDIAWAN NUGRAHA
Ilustrasi pos polisi 

POLDA Sulawesi Utara (Sulut) naik kelas. Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan surat nomor B/1741/M.PANRB/5/2016 tentang status Polda Sulut menjadi Polda tipe A.

Dengan demikian, Polda Sulut merupakan polda kedua di Pulau Sulawesi yang berpredikat tipe A setelah Polda Sulsel. Hanya saja cakupan wilayah hukum Polda Sulsel, selain Sulawesi Selatan, juga Sulawesi Barat.

Kepala Polda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung bersyukur dengan berubahnya status ini. Apalagi, dari empat polda yang mengusulkan peningkatan level ini, hanya dua yang disetujui, yakni Polda Sulut dan Polda Kalbar.

Peningkatan kelas ini tentu saja akan diikuti dengan sejumlah perubahan. Level pimpinan yang sebelumnya dikepalai seorang Brigjen Pol yang menyandang satu bintang menjadi perwira tinggi berbintang dua atau inspektur jenderal (Irjen).

Jenjang kepangkatan di bawah kapolda pun akan berubah juga. Sarana dan prasarana juga akan meningkat, jumlah personel bertambah. Tujuannya peningkatan ini jelas untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain keuntungan, tantangan Polda Sulut juga kian berat. Seperti siswa yang naik kelas, tentu level pelajaran pun akan semakin berat. Apalagi, alasan Polda Sulut naik tipe lantaran Sulut berada di perbatasan dengan negara lain.

Kapolda Sulut menyadari tingkat kerawanan daerah yang berada di perbatasan. Apalagi, Sulut berbatasan dengan selatan Filipina. Di daerah selatan Filipina ini dikenal sebagai daerah bergejolak. Kelompok teroris Abu Sayyaf pun berada di daerah itu.

Tantangan lainnya, kata Kapolda adalah potensi kejahatan transnasional. Kejahatan ini lebih terorganisasi di lintas perbatasan negara dan melibatkan kelompok atau jaringan yang bekerja di lebih dari satu negara.

Kelompok-kelompok ini menggunakan kekerasan sistematis untuk mencapai tujuan. Pencucian uang, penyelundupan manusia, kejahatan siber, perdagangan manusia, obat-obatan, senjata, dan kejahatan lainnya harus menjadi perhatian Polda Sulut.

Tantangan lain yang tak kalah utama adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat di Sulawesi Utara, termasuk dari kejahatan jalanan. Sejauh ini, Polda Sulut dan jajaran polres di bawahnya telah membuat gebrakan dengan membentuk tim-tim khusus.

Tim-tim khusus ini telah menunjukkan kinerja mereka, namun masyarakat menginginkan konsistensi untuk memberantas kejahatan jalanan.

Masyarakat juga mengarapkan penyelesaian sebuah kasus, sehingga tak ada lagi kecurigaan aparat 'masuk angin'.

Pengungkapan kasus juga sempat disentil oleh Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menyambangi Mapolda Sulawesi Utara, Kamis (12/5) lalu. Saat itu sang menteri menanyakan tentang kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Menteri Yuddy sempat 'mengancam' jika pengungkapan kasus kejahatan seksual pada anak yang terjadi di Bitung tidak berhasil kurun 1x24 jam akan memengaruhi waktu penetapan kenaikan status Polda Sulut dari tipe B menjadi tipe A.

Nah, harapan masyarakat, kecepatan penyelesaian kasus bukan karena ada tekanan, tapi karena itu memang sudah menjadi tugas polisi.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved