Drone, Mulai Mengganggu Privasi
Drone sendiri berasal dari asal kata drone yang artinya adalah “lebah jantan”.
Secara singkat dapat disebut sebagai “pesawat tanpa awak”. Pesawat tanpa awak ini dapat digunakan berulangkali dan mampu membawa berbagai muatan, antara lain kamera, radio, senjata dan alat pengintai.
Sebenarnya, pesawat tanpa awak yang disebut sebagai drone belakangan ini dapat dikatakan sama saja dengan pengertian yang sudah ada sebelumnya yaitu pesawat model yang menggunakan remote control.
Nah, sampai di sini maka istilah drone dan pesawat model menjadi sedikit rancu.
Apa yang membedakan sebuah pesawat terbang model remote control dengan drone kini menjadi tidak jelas.
Masalahnya adalah, sudah sejak lama pesawat model tanpa awak yang dikendalikan remote control populer disebut sebagai pesawat model atau pesawat radio control.
Dulu pesawat model atau pesawat radio control hanya dikenal oleh mereka yang memiiki hobi pesawat model saja.
Dengan perkembangan teknologi pesawat model ini banyak digunakan bukan bukan lagi sebatas hobi. Penggunaan dan polularitasnya semakin luas di masyarakat.
Di sinilah kemudian, sekali lagi, batas pengertian yang membedakan drone dan pesawat model menjadi rancu.
Beberapa negara dan organisasi telah membuat semacam penggolongan untuk membedakan pesawat model dengan drone. Salah satu acuannya adalah ukuran dan beratnya.
Akan tetapi, otoritas penerbangan Amerika Serikat yang sangat berpengaruh dalam dunia penerbangan global mendefinisikan setiap pesawat terbang tanpa awak dapat disebut sebagai UAV.
Itulah yang menyebabkan perbedaan pesawat model radio control dengan drone menjadi tidak jelas.
Sejarah penggunaan drone atau UAV
Sejak tahun 1959, sebenarnya USAF, Angkatan Udara Amerika Serikat sudah berpikir untuk mulai menggunakan UAV dalam perkembangan “perang dingin” antara blok timur dan barat.
Ide ini kemudian bergulir dengan cepat saat Uni Sovjet berhasil menembak jatuh pesawat mata-mata Amerika U-2 pada tahun 1960.
Hanya hitungan hari setelah U-2 ditembak jatuh, Amerika memulai program sangat rahasia mengembangkan penggunaan UAV yang dikenal kemudian dengan nama sandi “Red Wagon”.