Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Caleg Harus Siap Mental

PASCA Pemilu 2014 pasti ada yang bergembira, sebaliknya ada pula yang merana.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID-PASCA Pemilu 2014 pasti ada yang bergembira, sebaliknya ada pula yang merana. Yang bergembira tentu yang terpilih pada Pemilu 9 April mendatang. Impian menjadi seorang wakil rakyat tercapai. Pesta dan syukuran bersama tim sukses dan pendukung pasti akan dilakukan calon anggota legislatif (caleg) terpilih).

Suasana akan sebaliknya jika seorang caleg gagal terpilih. Sedih sudah pasti. Apalagi kalau uang yang digelontorkan sewaktu tahapan Pemilu lumayan banyak, bahkan hingga menjual harta atau meminjam uang.

Jika ini yang terjadi bisa saja caleg tersebut stres dan depresi, sehingga membutuhkan perawatan serius.
Mengantisipasi caleg mengalami stres dan depresi, Rumah Sakit Ratumbuysang Manado telah menyiapkan kamar khusus untuk perawatan. Bahkan tim dokter khusus juga sudah disiapkan. Persediaan obat pun berlimpah.

Wakil Direktur Yamed dan Keperawatan RS Ratumbuysang, dr Enriko Rawung MARS kepada Tribun Manado, Senin (24/3), menjelaskan, mulai kamar khusus, perawat, dokter dan dokter spesialis untuk merawat caleg gagal yang mengalami depresi ataupun stres, sudah disiapkan pihak rumah sakit.
Dia mengaku, langkah ini sudah standar di setiap pelaksanaan pemilihan umum. "Perawat, dokter dan dokter spesialis telah disiapkan, kalau nanti ada pasien yang sampai harus dirawat di sini. Kami selalu siap untuk memberikan perawatan dan pertolongan kepada pasien, terlebih khusus para caleg gagal yang mengalami depresi maupun stres," kata Enriko.

Dikatakan Enriko, penanganan kepada caleg gagal akan dilakukan secara profesional, termasuk menjaga privasinya.
Fasilitas pelayanan yang disiapkan adalah ruang dan perawatan khusus untuk gangguan jiwa berat dimana pasien sudah berteriak-teriak dan menyerang orang."Jika caleg tersebut sudah banyak utang dan memiliki harapan tinggi namun gagal, bisa saja menjadi menjadi stres. Maka kami siap merawat itu," tuturnya.

Sedang untuk obat, dikatakan Enriko, semua tergantung kondisi pasien tersebut."Jika kondisi pasien ringan dapat diberikan obat diazepam agar pasien dapat tidur dan jika berat harus berdasarkan kondisi pasien, pengobatan sesuai diagnosa," ujarnya.

Pengalaman pemilu lima tahun lalu, ada seorang caleg gagal yang stres, namun tidak harus opname, cukup rawat jalan.
"Melalui sosialisasi lewat media, diimbau agar tidak malu-malu datang berobat ke rumah sakit," ujar Enriko.
Untuk biaya pengobatan, ditanggung pasien sendiri dan bisa melalui BPJS atau asuransi lainnya.

Melihat realitas banyak caleg yang stres dan depresi. Maka menjadi pelajaran bagi para caleg bahwa untuk mencalonkan diri diperlukan kesiapan mental, sehingga jika tidak terpilih bisa menerima kenyataan.Kesiapan finansial juga harus benar-benar diperhitungkan, sehingga tidak mengganggu perekonomian keluarga. Apalagi, ketika tak terpilih.

Singkatnya menjadi caleg agar tidak stres saat tak terpilih harus siap mental, finansial dan hal lainnya, sehingga bisa menerima semua resiko pasca pemilu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved