Editorial Tribun Manado
Konvensi dan Nostalgia SHS
Perjalanan Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang untuk menjadi Presiden Republik Indonesia masih berliku dan panjang.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
PERJALANAN Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang untuk menjadi Presiden Republik Indonesia masih berliku dan panjang. Namun, keberanian SHS menjawab tantangan Ketua Umum DPP Partai Demokrat sekaligus Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) patut diberi apresiasi.
Keikutsertaan SHS dalam Konvensi Capres Partai Demokrat setidaknya memberikan signal bahwa Sulut mempunyai figur yang pantas bersaing di pentas nasional.
Sarundajang melalui konvensi telah memberi pesan bahwa putra daerah harus berani menjawab tantangan. Bahkan bukan hanya sekadar menjawab tantangan melainkan melalui konsep-konsep pemikirannya SHS telah menunjukkan bahwa putra kawanua layak bersaing menjadi Presiden Republik Indonesia.
Tentu banyak yang meragukan SHS bisa bersaing menjadi calon presiden (capres), itu merupakan hal wajar. Sebab SHS sendiri mengakui bahwa dia berasal dari etnis Minahasa dan beragama Kristen yang merupakan minoritas di Indonesia. Namun, Sarundajang mau menunjukkan bahwa negeri ini merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokraksi, menjunjung tinggi hak setiap warga negara.
Saat ini juga semangat ''angin perubahan'' sedang terjadi. Lihat saja rakyat Amerika Serikat yang tak ragu memilih Barack Obama menjadi presiden. Bahkan, di tenga krisis yang melanda Amerika, rakyatnya tetap percaya kepada Obama dengan memilihnya untuk periode kedua.
Rakyat Indonesia melalui Pemilukada DKI Jakarta lalu dengan terpilihnya Pasangan Jokowi-Ahok telah menunjukkan bahwa perubahan juga sedang terjadi di Indonesia.Sebagian besar masyarakat tak melihat kefiguran melalui agama, etnis dan sekat-sekat primodial lainnya. Mereka lebih melihat rekam jejak, kinerja dan ketulusan sang figur.
Tren inilah yang coba dimanfaatkan oleh SHS dengan mengikuti konvensi Capres yang digelar Partai Demokrat. Memang banyak hal yang bisa mengganjal putra kelahiran Kawangkoan, Minahasa ini. Misalnya, SHS kalah populer dengan tokoh nasional lainnya, Demokrat tak bisa mengusung calon sendiri dan lainnya.
Tetapi sekali lagi, kehadiran Sarundajang di konvensi bahwa orang Minahasa pantas diperhitungkan di level nasional.
Selasa (21/3), SHS bersama peserta Konvensi Capres Partai Demokrat lainnya telah melakukan debat bernegara di Ambon, Maluku. Bahkan, sebelumnya SHS menghadiri pelantikanGubernur dan Wakil Gubernur terpilih Maluku, Ir Said Assegaff dan Dr Zeth Sahuburua, Senin (10/1).
Assagaff merupakan birokrat kawakan dengan jabatan terakhir sebagai Sekda Provinsi Maluku, yang menjabat semasa SHS sebagai Gubernur Maluku tahun 2001.
Kehadiran SHS di Ambon juga mendapat sambutan hangat dari seluruh warga Maluku, mereka selalu mengenang keberhasilan SHS ketika memimpin Maluku saat konflik horizontal.
Dalam kesempatan berada di Ambon, Gubernur Sarundajang diundang meresmikan Gereja Jemaat Bethabara, Kayu Tiga bersama-sama dengan Ketua MPH Sinode Gereja Protestan Maluku, Pdt Dr John Ruhulessin.
Dia juga memberikan sambutan dalam ibadah syukur jemaat pada pembukaan Rapat Sidang Tahunan Klasis, MPH Sinode Gereja Protestan Maluku.
Intinya SHS tak main-main dalam mengikuti konvensi. Di Maluku yang diklaim merupakan lumbung suaranya, dia pun mengoptimalkan kekuatannya.(*)