Editorial Tribun Manado
Berantas Kejahatan Jalanan
Dia pun menerawang di era kepemimpinan Kapolda Brigjen Bekto Suprapto. Pada tahun 2009 silam, Bekto membentuk Patroli Rayon yang
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID -Hampir setiap hari tindak kekerasan terjadi di Kota Manado dan sekitarnya. Tawuran antarwarga, penusukan, penyerangan menggunakan panah wayer hingga lima pemuda terjun dari Jembatan Soekarno akibat diserang dan dikejar massa.
Hal ini membuat Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang mengelus dada tanda prihatin. Sarundajang menilai, kekerasan itu bisa dicegah karena di masa lalu, angkanya bisa ditekan.
Dia pun menerawang di era kepemimpinan Kapolda Brigjen Bekto Suprapto. Pada tahun 2009 silam, Bekto membentuk Patroli Rayon yang mampu bergerak cepat menangani perkara di lokasi kejadian, khususnya kejahatan jalanan.
Kini dia menangkap kesan, upaya reaksi cepat menangani kasus jalanan mengendor. Gubernur yang dikenal juga dengan nama SHS menyadari bahwa peralatan kepolisian terbatas. Dia pun mencoba memikirkan pengadaan peralatan untuk polisi.
"Dulu zaman Pak Bekto, ini (bantuan) bisa diadakan. Siapa tahu Kapolda yang baru ini juga bisa, tujuannya untuk mempercepat, dari pos ke TKP cepat," kata Sarundajang, Senin (10/2), di kantornya.
Bantuan, kata dia, akan dibicarakan sesuai aturan. Dia pun berpendapat, tak menutup kemungkinan peran serta swasta dalam bantuan pengadaan peralatan ini. "Kita cari bantuan yang lain, swasta bisa juga, nanti kita cari," ungkapnya.
Bantuan mendesak adalah pendirian pos dan pengadaan sepeda motor untuk Patroli Rayon. Tentu fasilitas penunjang lainnya.
Gubernur mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolda sebelumnya, Brigjen Robby Kaligis. Beberapa hari lalu, Brigjen Robby Kaligis dipromosikan menjadi Kepala Korp Brimob dan sebagai Kapolda Sulut ditunjuk Brigjen Jimmy Palmer Sinaga.
Menurut Gubernur SHS, di era Brigjen Robby Kaligis sudah terdeteksi pabrik panah wayer. Bahkan Polresta Manado berhasil menjaring ratusan panah wayer dan senjata tajam lainnya.
Untuk itu, Gubernur SHS berharap di era Brigjen Jimmi Palmer Sinaga, bisa memberantas panah wayer dan senjata tajam lainnya.Yang terpenting mampu mendorong terciptanya keamanan ibu kota Sulut tanpa aksi kekerasan yang menakutkan.
Jika situasi ini berlarut akan berdampak buruk pada dunia pariwisata dan investasi di Sulut secara umum dan Manado khususnya. Sebab wisatawan membutuhkan daerah yang aman dan nyaman. Tak akan ada artinya keindahan Sulut, jika tak dibarengi dengan sikap masyarakat yang santun, ramah dan bersahabat.
Artinya kebiasaan sekelompok orang mabuk-mabukan dan melakukan tindakan kriminal. Apalagi melakukan keributan dengan memakai senjata tajam dan panah wayer sangat merugikan Manado dan sekitarnya.
Investor juga akan berpikir ulang untuk menanamkan investasi di daerah ini jika tak nyaman. Untuk itu, Pemprov Sulut, Pemkot Manado, kepolisian dan seluruh elemen yang ada di daerah ini berkewajiban menjadikan Sulut daerah aman dan nyaman.(*)