Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Pemimpin Mulia

Kita berharap, tokoh masyarakat dan orang yang ditokohkan oleh masyarakat mampu menjadi teladan dengan memberikan contoh

Penulis: | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini, 12 Rabiul Awal dalam penanggalan hijriyah, dipercaya sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang kemudian lebih dikenal dengan Maulid Nabi.

Kata Maulid sendiri dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Atau kemudian ada juga yang menyebut Milad. Setiap tahun, umat Islam memperingati Maulid Nabi untuk mengekspresikan kegembiraan atas lahirnya utusan Allah SWT dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Di momen ini, umat Islam kembali diingatkan agar meneladani sikap Rasulullah SAW yang memiliki akhlak mulia, budi pekerti luhur dan kesantunan. Di era sekarang, sangat sulit menemukan manusia berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur dan kesantunan luar biasa.

Lihat saja di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin atau di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Di tempat itu, banyak tokoh pilihan rakyat, banyak tokoh yang dianuti dan dihormati, namun ternyata terlibat tindak pidana korupsi. Bukti mereka tidak memiliki akhlak mulia dan budi pekerti luhur.

Kita berharap, tokoh masyarakat dan orang yang ditokohkan oleh masyarakat mampu menjadi teladan dengan memberikan contoh langsung berbuat baik, berbudi pekerti luhur. Pun dengan orangtua terhadap anak-anaknya.

Rasulullah juga contoh bagaimana menghormati orang lain dan menjunjung tali persaudaraan yang di era sekarang mulai terkikis. Banyak di antara kita justru saling bermusuhan. Bahkan tetangga kampung saja saling tawuran.

Lihat saja, hampir setiap hari kekerasan terjadi. Bahkan di Bitung, dua bocah tak berdosa dibunuh oleh remaja 17 tahun. Cara membunuhnya pun sangat sadis dan mengerikan. Jauh dari rasa kasih sayang manusia terhadap anak-anak.

Sekali lagi, orang-orang yang ditokohkan oleh masyarakat, harus memberikan contoh langsung kebaikan, sikap pluralisme, menjunjung tali persaudaraan dan menebarkan cinta kasih, sehingga tak terdengar lagi adanya aksi kekerasan.

Terakhir adalah mencontoh atas kegigihan Nabi Muhammad SAW dalam menimba ilmu dan melakukan banyak perubahan dalam memimpin umat, demi umat berada di jalan kebaikan dan kebenaran.

Saatnya para pemimpin kita, entah yang mengajukan diri menjadi pemimpin lalu dipilih rakyat, atau memang menjadi pemimpin karena didorong dan atas keinginan rakyat lalu dipilih rakyat itu sendiri, untuk meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW.

Andai seorang pemimpin memimpin dengan dilandasi rasa kasih, kejujuran, akhlak mulia, budi pekerti luhur, dan demi rakyat, maka bukan mustahil kesejahteraan yang diimpikan rakyat bakal terwujud.

Semoga lahirlah pemimpin-pemimpin yang demikian. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved