Editorial Tribun Manado
Waktunya Rakyat Menilai
Memasuki tahun 2014 setiap calon anggota legislatif semakin meningkatkan sosialisasi ke masyarakat. Berbagai cara sosialisasi dilakukan.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
MEMASUKI tahun 2014 setiap calon anggota legislatif semakin meningkatkan sosialisasi ke masyarakat. Berbagai cara sosialisasi dilakukan. Antara lain, beriklan di media cetak, televisi, radio, media online, memasang spanduk dan baliho di sejumlah tempat strategis dan turun langsung ke masyarakat (door to door).
Sosialisasi ini membutuhkan dana yang tak kecil. Namun, itu merupakan resiko politik setiap caleg yang ingin menarik simpati konstituen. Karena terkait dana, maka dalam melakukan sosialisasi semua calon harus merencanakan secara matang, sehingga biaya yang dikeluarkan akan 'berbuah manis' pada 9 April mendatang.
Hengky Kawalo calon legislatif DPRD Kota Manado mengaku, memang harus rajin mensosialisasikan diri dan program. Bahkan, sosialisasi ini tak hanya dilakukan menjelang Pemilu 2014. Biaya yang ia keluarkan tak sedikit. Cost politik itu penting, minimal warga yang mendengar sosialisasinya tidak kelaparan dan kehausan. "Saya siapkan Rp 200 juta. Itu dari usaha pribadi," ujarnya kepada Tribun Manado, Minggu (5/1).
Jeane Rumimpunu, calon legislatif DPRD Manado dari Partai Demokrat, juga mengaku menerima permintaan dana bantuan dari kelompok masyarakat. Kata dia, proposal yang ia terima mencapai ratusan proposal. Akan tetapi, ia selalu menyumbang tidak selalu seperti besaran uang yang diminta.
Jeane juga rajin bersosialisasi. Ia memakai nama pribadi yang praksis sudah diperhatikan orang yaitu ibu Waluyan. Ia selalu menyampaikan komitmennya untuk menyerap aspirasi dalam masyarakat seperti saat ia menjadi anggota DPRD.
Ia tahu akan mengeluarkan biaya kampanye. Jika dihitung biaya kampanye itu bisa mencapai Rp 1 miliar. Tapi ia tidak takut. "Saya punya usaha. Suami juga mendukung. Anak saya baik di Belanda maupun di sebuah perusahaan pertambangan tiba-tiba selalu mengirim saya uang," katanya.
Mensosialisasikan diri agar lebih dikenal juga dilakukan Marieta Christina Kuntang. Caleg DPRD Sulawesi Utara dari PDI-P itu memaksimalkan masa kampanye. Kata dia, ia rajin mengungkapkan visi dan misinya di hadapan banyak orang. Hal itu sudah dilakukannya sejak ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT). "Hampir tiap hari jika ada acara saya melakukan hal itu," ujarnya.
Gencar sosialisasi juga dilakukan calon anggota DPR RI usungan partai Golkar, Jerry Sambuaga. Makin dekat pemilu, ia intensif turun bertatap muka langsung dengan warga. "Saya pikir, bentuk komunikasi tatap muka langsung dengan warga sangatlah efektif, karena banyak hal yang bisa saya dengar dari mereka," tuturnya.
Saat turun langsung dan bertemu warga, dirinya banyak ditanyakan perihal visi, misi, dan apa saja yang ingin dilakukannya ketika dipercayakan sebagai anggota DPR RI. "Tatap muka seperti inilah yang dikehendaki warga, aspirasi dan keinginan mereka bisa didengarkan," ujar Sambuaga.
Selain tatap muka, tiga bulan jelang pemilihan dirinya juga rutin lakukan sosialisasi, diskusi, dan berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan warga.
Menyikapi makin gencar caleg dalam melakukan kampanye. Maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) harus bergerak cepat menindak jika ada caleg, calon anggota DPD RI maupun partai politik (parpol) yang melakukan pelanggaran kampanye.
Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tahu bahwa Pemilu Legislatif 2014 berlangsung secara jujur dan adil. Sebab wakil rakyat hanya akan lahir dari satu pemilu yang berkualitas, jujur dan adil.
Saat ini waktunya rakyat menilai mana caleg yang benar-benar pro rakyat, mempunyai niat yang tulus memperjungkan kepentingan orang banyak. Sehingga yang terpilih duduk di kursi legislatif merupakan orang-orang yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan memperjuangkan aspirasi pribadi, kelompok kepentingan atau kepentingan pemodal.
Intinya rakyat harus cerdas dan jeli dalam memilih. Ingat, jika keliru memilih maka negara dan daerah tercinta ini tidak akan maju sesuai harapan bersama.(*)