Editorial Tribun Manado
Selamat Datang Tahun 2014
SELASA (31/12), merupakan hari terakhir tahun 2013.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
SELASA (31/12), merupakan hari terakhir tahun 2013. Tahun yang sebentar lagi akan menjadi kenangan dan sejarah bagi kita semua. Banyak yang telah kita lalui di tahun Shio Ular Air tersebut, baik suka maupun duka. Apapun yang telah ditorehkan di tahun 2013 ini tentu akan menjadi modal untuk menapak di tahun 2014.
Jika melihat agenda politik tahun 2014, di mana ada pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres). Karena itu banyak yang mengatakan bahwa tahun 2014 merupakan tahun politik.
Artinya tahun depan merupakan tahun yang penuh dengan dinamika politik, perubahan dalam banyak hal termasuk pemerintahan dan tentu akan mempengaruhi kebijakan perekonomian secara nasional.
Masyarakat Indonesia tahun depan akan diramaikan dengan persaingan 12 parpol peserta pemilu ditambah tiga parpol lokal Daerah Istimewa Aceh Nanggroe Darussalam. Sejumlah parpol itu antara lain, Partai Nasional Demokrat (Partai Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golongan Karya (Partai Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Siapa pun pemenang Pemilu legislatif dipastikan akan mengubah peta politik Indonesia sekaligus mengubah arah kebijakan pembangunan bangsa ini kedepan. Apalagi tahun depan juga akan digelar pemilihan presiden (pilpres).
Dengan tak bisanya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju lagi sebagai presiden karena sudah dua periode terpilih menjadi presiden, maka rakyat Indonesia dipastikan akan memilih pemimpin negara baru di tahun 2014.
Dua agenda politik ini akan dicermati oleh pelaku ekonomi dalam negeri maupun luar negeri. Jika parpol pemenang dan presiden terpilih diyakini publik dan dunia internasional mampu membawa perubahan di Indonesia, termasuk kondusif dengan dunia usaha, maka ekonomi Indonesia akan menjadi lebih baik.
Sebab biasanya jika parpol pemenang pemilu dan presiden diyakini mampu memberi keamanan dan kenyamanan dengan dunia usaha dengan sendirinya investor akan merespons dengan melakukan investasi di Indonesia. Sebaliknya, jika parpol pemenang dan presiden terpilih tak mampu memberi kenyamanan dalam dunia usaha. Respons dari kalangan dunia usaha luar negeri akan negatif.
Intinya Pemilu 2014 dan Pilpres harus berlangsung dengan baik. Presiden terpilih nanti harus mampu meyakinkan publik dan dunia usaha. Kalau itu mampu dilakukan seluruh elemen bangsa Indonesia. Itu artinya dua agenda politik di tahun 2014 akan memberikan harapan kepada negara ini menjadi lebih baik lagi.
Selain itu yang tak kalah pentingnya, kita berharap ekonomi dunia terlebih Amerika dan negara-negara Eropa membaik. Sebab baik dan buruknya ekonomi dunia akan mempengaruhi ekonomi tanah air.
Namun, apapun yang akan terjadi di tahun 2014 tentu masih merupakan lembaran putih bagi kita semua. Sebagai manusia tentu kita semua berdoa agar tahun depan akan menjadikan Negara Republik Indonesia lebih baik, termasuk Sulawesi Utara (Sulut) tercinta. Akhirnya selamat datang tahun 2014. Tahun yang penuh anugerah dan berkat.(*)