Editorial Tribun Manado
Biar Lambat Asal Selamat
Di tengah sukacita perayaan Natal "kedua", warga Manado dan sekitarnya dikejutkan peristiwa kecelakaan maut.
Penulis: Lodie_Tombeg | Editor: Aswin_Lumintang
Di tengah sukacita perayaan Natal "kedua", warga Manado dan sekitarnya dikejutkan peristiwa kecelakaan maut. Mobil Toyota Kijang Innova yang dikendarai Rivaldi Panese (19) masuk ke jurang di Ring Road Manado, Kamis (26/12) petang. Fernando Manguni (19) dan Resa (18), penumpang Innova meninggal dunia dalam kecelakaan itu setelah tiga jam terbenam dalam lumpur.
Bahkan Tim Badan Sar Nasional (Basarnas) Kota Manado kewalahan mengevakuasi dua dari tujuh orang yang ada di dalam mobil. Fernando dan Resa terjepit dalam mobil yang masuk ke air berlumpur sedalam enam meter.
Dua korban lainnya, yakni Christo Salindeho (16) dan Felisia (17) dirawat di UGD Rumah Sakit Bhayangkara Karombasan Manado. Christo mengalami luka di pelipis kanannya dan pusing akibat benturan. Sedangkan Felisia duduk di tempat tidurnya di sekujur tubuhnya penuh dengan luka lecet.
Sebelum kecelakaan, kata Felisia, ia ingin mengambil handphone yang sedang dicharge di dekat stir mobil. "Kami bertujuh, rata-rata tinggal di Lingkungan III Kelurahan Singkil II Kecamatan Singkil. Kami dari Langowan arah pulang ke Cereme. Sebelum kejadian saya ingin mengambil HP saya yang dicharge dekat stir, tanpa sengaja saya menyentuh stir kemudian saya sempat melihat Rivaldi (sopir) membanting stir ke kiri dan kanan. Kemudian mobil keluar lintasan, saya pun menutup mata kemudian terasa dingin. Saat saya membuka mata ternyata tubuh saya menyangkut di pohon. Saat itu Mobil yang saya tumpangi masuk ke dalam air dengan posisi terbalik," katanya.
Peristiwa itu kembali mengingatkan kepada kita semua agar lebih berhati-hati beraktivitas di jalan raya. Pengendara maupun penumpang harus mengutamakan keselamatan dalam perjalanan. Sekecil apapun kesalahan sebisa mungkin dihindari. Contoh kecil hanya lantaran mengambil HP di dekat stir kendaraan, perjalanan Felisia Cs yang sebelumnya terbilang aman dan lancar berubah 180 derajat bahkan berujung maut bagi kedua rekannya.
Memang kata pepatah "untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak", namun perlu diingat kelalaian seseorang kerap merugikan kita atau orang lain. Tak salahnya, pengemudi (mobil dan sepeda motor) maupun penumpang meningkatkan kewaspadaan.
Marilah kita saling mengingatkan bahaya di perjalanan seperti memacu laju kendaraan, mengantuk saat mengendara, gunakan HP di balik stir sampai hal-hal kecil lainnya yang dapat mengancam kenyamanan perjalanan. Bagi penumpang sebisa mungkin jangan mengganggu konsentrasi para pengendara. Begitu juga bagi sopir jagalah kecepatan kendaraan. Jangan ngebut, tancap gas, bahkan ugal-ugalan di jalan raya. Seperti kata orang tempo doeloe "biar lambat asal selamat". Kalimat ini mungkin bagi kita terasa usang, namun keselamatan adalah faktor utama dan nomor satu! *