Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Pesan dan Hadiah Natal

Namun pesannya tentang kemanusiaan, cinta kasih dan kebaikan hendaknya menjadi modal bersama kita semua melanjutkan kehidupan ini.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang

PESTA Natal puncaknya telah usai pada 25 Desember 2013. Namun pesannya tentang kemanusiaan, cinta kasih dan kebaikan hendaknya menjadi modal bersama kita semua melanjutkan kehidupan ini. Di gereja di seluruh dunia pendeta berkhotbah memberitakan pesan dan makna kelahiran Yesus Kristus sekitar dua ribu tahun lalu.

Yesus digambarkan lahir dengan penuh kesederhanaan dan hina di kandang binatang. Cerita yang menggambarkan bahwa sejak lahir Yesus Kristus memang sudah dekat dengan kaum miskin dan berkekurangan. Hal yang tentunya berbeda dengan saat ini. Di mana umat kristiani sebagai pengikut Kristus merayakan kelahirannya dengan pesta Natal yang penuh kemewahan dan pesta pora.

Jemaat yang merayakan Natal biasanya menggunakan pakaian yang serba baru. Di rumah umat Kristiani tersedia berbagai macam makanan dan kue sebagai bagian dari suka cita memperingati kelahiran sang putra Natal.
Perayaan dengan pesta pora sebenarnya tak menjadi persoalan, seandainya pesta iman ini diikuti oleh perubahan tindak dan prilaku menjadi lebih baik. Hal ini tentu memberi tanda bahwa Natal membawa perubahan kearah yang lebih baik.
Hanya yang menjadi soal ketika Natal dirayakan dengan mabuk-mabukan dan tindakan yang tidak sesuai dengan pesan serta makna Natal. Ini bisa dilihat dengan banyaknya tindak kriminal yang terjadi saat malam Natal ataupun saat tanggal 25 Desember. Ada saja tindak kriminal yang terjadi.
Hal menarik lainnya saat Natal, merupakan satu di antara momentum yang menggembirakan bagi para narapidana. Karena biasanya saat menjelang perayaan Natal setiap napi berkelakuan baik mendapatkan remisi (pengurangan hukuman).
Setiap napi mendapatkan pengurangan hukuman yang bervariasi. Para napi tentunya senang, apalagi ada yang begitu mendapatkan remisi langsung bebas. Momentum napi mendapat remisi Natal dan langsung bebas setiap tahun terjadi.
Intinya Natal substansinya membawa kebaikan, memberikan kesukaan bagi banyak orang, sehingga sangat disayangkan kalau momentum Natal ini dinodai oleh oknum- oknum tak bertanggungjawab dengan melakukan tindak kriminal dan kejahatan lainnya.
Ingat kelahiran sang putra Natal diyakini umat kristiani untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Artinya sejak awalnya Natal sudah membawa kabar baik dan menggembirakan, bukan kabar buruk dan menakutkan. Singkatnya dengan momentum Natal ini mari kita menjalani hidup menjadi lebih baik lagi.(*)

Sumber: Idea
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved