Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Mimpi BMR Punya Bandara

Sejak penetapan itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong terus berbenah dan mengambil langkah.Anggaran sebesar Rp 1,5 miliar

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tinggal selangkah lagi Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) terealisasi. Mimpi  indah itu akan semakin indah jika sejumlah fasilitas penunjang segera terlaksana di BMR. Satu di antara proyek yang dibutuhkan daerah yang akan menjadi provinsi baru ini adalah mempunyai bandara udara sendiri.
Pembangunan bandara ini semakin serius setelah Pemprov Sulut menetapkan lokasi pembuatan bandara di Desa Lalow, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Sejak penetapan itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong  terus berbenah dan mengambil langkah.Anggaran sebesar Rp 1,5 miliar sudah disiapkan untuk pembuatan sertifikat tanah. "Anggaran tersebut sudah tertata di pada APBD perubahan tahun anggaran 2013. Tahun anggaran 2014 ini, anggaran untuk keperluan pembangunan bandar udara tetap akan ada," ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmong, Abdul Kadir Mangkat, Rabu (4/12/2013) lalu.

Kadir memastikan, untuk lahan bandara tersebut sudah tidak ada masalah. Pemkab Bolmong tak perlu lagi membebaskan lahan. "Lahan untuk pembuatan bandara sudah siap. Lahan tersebut milik pemerintah daerah. Hanya memang masih perlu pembuatan sertifikat," ujarnya. Untuk tahap awal lahan yang sudah tersedia 400 hektare.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bolmong Renti Mokoginta mengatakan, pemda sudah anggarkan dana untuk beberapa kegiatan persiapan pembangunan bandara tersebut.

"Kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2014 di antaranya studi kelayakan, pembuatan Desain Engginering Detail (DED) dan Master Plan Bandara. Tahun ini, kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah prastudi kelayakan bandara," kata Renti.
Anggota DPR RI Yasti Soperedjo Mokoagow menyarankan Pemprov Sulut tetap mengusulkan dua lokasi calon bandara di Kabupaten Bolmong dan Bolsel. "Biarkan hasil studi kelayakan yang menentukan," katanya.

Menurutnya, ada hal-hal teknis yang baru akan diketahui setelah adanya studi kelayakan. Yasti pun sempat menyentil tentang kesiapan Bolmong, termasuk masalah lahan. Pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp 800 juta untuk studi kelayakan bandara di Bolmong sekitar dua tahun silam. "Namun anggaran tersebut  dikembalikan lagi karena lahan belum siap, seperti belum sertifikat. Kemudian Bolsel menyiapkan lahan dan persiapan lainnya. Jadi, lokasi di dua daerah itu tetap diajukan saja," kata Yasti.

Melihat fakta-fakta ini, jalan terealisasinya pembangunan bandar udara masih jauh. Namun, hal ini perlu diperjuangkan dengan serius. Bolmong Induk dan Bolsel harus saling mendukung jika satu di antaranya terpilih sebagai lokasi pembangunan bandar udara.

Hal yang paling penting harus diingat oleh stakeholder di Bolaang Mongondow Raya bahwa bandar udara di Lolak, Bolmong atau di Bolsel nantinya akan sangat menunjang keberadaan BMR kedepan.

Banyak keuntungan yang akan diperoleh BMR, jika pembangunan bandara benar- benar terealisasi di Tanah Totabuan. Misalnya, pejabat yang ke Provinsi BMR nanti tidak perlu melalui Bandara Sam Ratulangi melainkan bisa langsung di bandara yang ada di provinsi tersebut.

Investasi akan lebih mudah masuk ke Provinsi BMR jika telah memiliki bandara. Intinya, guna mewujudkan impian ini dua anggota DPR RI asal BMR yaitu Yasti Soepredjo-Mokoagow dan Aditya 'Didi' Moga harus bahu membahu dengan kepala daerah di BMR memperjuangkan pembangunan bandara tersebut. Ingat bandar udara ini nantinya merupakan bagian dari penunjang masa depan Provinsi BMR yang merupakan impian rakyat di Tanah Totabuan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved