Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Meneladani Sang Kiai

Gubernur Sulut, SH Sarundajang pun mengaku sangat kehilangan dengan kepergiannya.

Penulis: | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID - RIBUAN orang mengantar Kiai Haji Fauzi Nurani ke peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum Banjer Tikala Manado, Senin (2/12/2013). Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Utara itu wafat, Minggu (1/12/2013), setelah menjalani perawatan selama sebulan di RSUP Kandou Manado karena menderita sakit ginjal.

Warga Bumi Nyiur Melambai berduka. Mereka kehilangan sosok tauladan dan tokoh agama yang pluralis dan mengayomi umat. Sosok rendah hati yang sangat disegani karena ilmu dan kebaikannya.

Gubernur Sulut, SH Sarundajang pun mengaku sangat kehilangan dengan kepergiannya. "Saya merasa sangat berduka cita karena kepergian sosok yang sangat baik itu," ujar Sarundajang seperti dikutip Tribun Manado.

Dia mengaku baru sampai di Roma, Italia dan sudah mendapatkan berita duka itu.
"Yang tak bisa saya lupakan, saat Idul Fitri terakhir, ketika mengunjungi rumahnya, saat itu tubuhnya terlihat sangat lemah, tapi beliau sempat menghadiri berbagai acara," tuturnya seraya menambahkan, semua orang merasa kehilangan salah satu tokoh agama yang menjadi pelopor bagi jurnalis itu.

Nada bicara gubernur terdengar lirih karena tengah berduka. "Ia juga menjadi panutan sikap toleran, rajin menghadiri acara pemerintahan dan acara agama, sosok sangat baik," tandasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulut. Sya'ban Mauludin pun melihat umat Muslim di Sulut kehilangan sosok kiai yang begitu sederhana, serta bersahaja. Di matanya, KH Fauzi Nurani selalu menanamkan nilai-nilai Islam kepada seluruh umat muslim di Sulut.

Sedang di mata Perwakilan Umat Budha di Sulut, Ridwan Sofyan, KH Fauzi Nurani merupakan tokoh agama yang begitu menjunjung tinggi pluralisme. Pluralisme yang diterapkannya bukan hanya setengah hati, melainkan sungguh-sungguh.

KH Fauzi Nurani selalu menjunjung tinggi rasa toleransi kepada umat beragama. Bahkan Sofyan menyebut, KH Fauzi Nurani pantas diberi gelar pahlawan kerukunan lintas agama.

Sebelum meninggal pun, KH Fauzi Nurani sempat kembali menanamkan ketauhidan kepada sang anak. Sempat menyampaikan beberapa pesan kepada anaknya. Ini betapa menunjukkan KH Fauzi Nurani adalah sosok yang sangat dekat dengan anak-anaknya.

Pesan kebaikan itu tentu tak hanya disampaikan kepada anak. Tapi juga kita semua. Meneladani KH Fauzi Nurani adalah sebuah kebutuhan. Aktif datang ke berbagai acara, perilaku plural dalam membangun sebuah kerukunan antarumat beragama, pekerja keras, penyayang umat, adalah hal-hal yang wajib kita contoh.

Kita juga berharap, muncul sosok-sosok KH Fauzi Nurani di dalam diri banyak orang sehingga mampu memberi warna kehidupan, khususnya dalam membangun daerah kita tercinta ini. Semoga. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved