Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Panah Wayer Bikin Resah

Sejak kepemimpinan Gubernur Dr SH Sarundajang, Sulut seakan memproklamirkan diri sebagai daerah tujuan wisata dan jasa.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang

SEJAK kepemimpinan Gubernur Dr SH Sarundajang, Sulut seakan memproklamirkan  diri sebagai daerah tujuan wisata dan jasa. Setidaknya daerah ini menjadi daerah tempat digelarkanya konferensi dan hajatan level internasional dan nasional.

Hal ini tentu positif bagi Sulawesi Utara. Karena dengan menjadi daerah tempat digelarnya berbagai pertemuan, kedepan Sulut akan menjadi daerah wisata dengan Kota Manado sebagai lokasi event utama.

Hanya memang masih ada beberapa yang harus dibenahi agar daerah ini menjadi lebih baik lagi sebagai tempat pelaksanaan konferensi dan acara lainnya. Misalnya sarana jalan harus lebih baik lagi, sarana wisata pendukung dan fasilitas umum lainnya.

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah keamanan dan kenyamanan berada di Sulut. Hal ini yang harus diseriusi dan menjadi perhatian utama seluruh stakeholder, terutama pihak kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Saat ini Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, beberapa daerah di Bolaang Mongondow Raya sering terjadi perkelahian antar kampung dengan memakai senjata tajam termasuk panah wayer.

Dalam beberapa pekan terakhir ini Polresta Manado menerima laporan kekerasan. Ini karena di beberapa titik di Kota Manado terjadi perkelahian dengan memakai anak panah wayer dan senjata tajam.
Kapolresta Manado, Kombes Sunarto, Senin (18/11), mempertontonkan barang bukti yang disita, berikut menjelaskan modus kejahatan yang merisaukan warga itu.

"Para tersangka ini memiliki motif balas dendam, karena sebelumnya terjadi cek-cok dengan rekannya. Jadi modusnya itu membuat keributan yang memicu tawuran antarkampung," kata Kombes Sunarto di Mapolresta Manado.

Kelima tersangka yang telah ditahan yakni ML alias Eping, AD alias Andri, NK alias Popon, ketiganya warga Mahakeret Barat Lingkungan I Manado,  kemudian CA alias Opel warga Sario Lingkungan I Manado dan GM alias Glensi, warga Desa Maumbi Jaga II Minahasa Utara.
Dijelaskan Sunarto, pengungkapan kejahatan panah wayer dilakukan pada Senin (11/11) lalu kala polisi menyelidiki perkelahian di Kelurahan Mahakeret Wilayah Sektor Wenang.

Dalam laporan Polresta Manado, kasus panah wayer terungkap ada 12 tempat kejadian perkara yakni di  kawasan Mega Mas, Toko Mas Hayakam City, Teling, Kleak Lingkungan 2, dan Sindulang, Kelurahan Mahakeret, Wawonasa, Singkil, dan tempat lain.

Di konferensi pers itu juga disertakan barang bukti seperti 205 anak panah wayer beserta alat produksi pembuatan panah wayer yakni blower, dua buah gergaji besi, tiga unit handphone, tiga alat pengikir, satu tang, satu gurinda, tiga ketapel, 10 pisau badik dengan berbagai ukuran, dan dua tombak panjang.

"Barang bukti yang diamankan, beberapa anak panah wayer, kebetulan dibuat di Minahasa Utara. Jumlahnya 205 anak panah wayer. Jadi, yang diungkap di Minut. Ancaman hukumannya 5-6 tahun penjara," ucap Sunarto.

Sunarto juga memperlihat beberapa foto para tersangka yang memegang senjata tajam. Ia mengatakan, foto tersebut diambil pihak kepolisian dari akun facebook yang sengaja di-upload sendiri oleh para tersangka.

Contoh kasus diatas membuktikan bahwa keamanan dan kenyamanan berada di Sulut masih mengkhawatirkan. Kondisi ini membuat masyarakat resah. Artinya, dengan keberadaan ini masyarakat saja resah. Apalagi wisatawan yang berkunjung di daerah ini. Padahal setiap wisatawan yang datang ke daerah ini membutuhkan keamanan dan kenyamanan untuk menikmati bumi Nyiur Melambai.

Singkatnya kalau mau program pemerintah berjalan, situs wisata di Sulut dikunjungi wisatawan, maka seluruh stakeholder terutama kepolisian harus bekerja keras memberikan keamanan dan kenyamanan kepeda seluruh warga yang berada di Sulut, termasuk wisatawan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved