Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Keajaiban Perancis

KETIKA Boas Soloza dan kawan-kawan mampu menahan imbang China 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta

Penulis: | Editor: Aswin_Lumintang

KETIKA Boas Soloza dan kawan-kawan mampu menahan imbang China 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, asa Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2015 Australia membubung.

Namun ketika bertekuk lutut dengan skor tipis 1-0 kala bermain di China, asa itu meredup. Dan puncaknya, Selasa (19/11) malam, saat pasukan Garuda dibantai Irak dua gol tanpa balas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, asa itu pupus. Indonesia dipastikan tersingkir.

Pelatih Timnas Indonesia asal Brasil, Jacksen F Tiago pun langsung menyampaikan salam perpisahan karena itu menjadi pertandingan terakhirnya sebagai pembesut skuad Merah Putih.

Jacksen mengaku awalnya berharap ingin memberikan hasil positif di pertandingan terakhirnya tersebut. Namun, ia mengaku tidak akan patah semangat dan tetap terus mendukung skuad Garuda meski tidak akan menjadi pelatih lagi.

Hasil yang dicapai Indonesia berbanding terbalik dengan kesuksesan Perancis lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 Brasil. Di babak play off zona Eropa, Perancis bersua Ukraina.

Di leg pertama, Ukraina sukses mengalahkan Frank Ribery dan kawan-kawan dengan skor 2-0. Jelas sebuah kemenangan yang bisa menggambarkan satu kaki Ukraina sudah ada di Brasil.

Sejarah pun menyebutkan, tak ada tim yang lolos dari play off ketika di pertandingan leg pertama mengalami defisit dua gol.

Namun Perancis mampu menghapus sejarah itu. Pada leg kedua babak playoff Piala Dunia 2014 di Stade de France, Rabu (20/11) dini hari waktu Indonesia, pasukan Didier Deschamps mampu mengempaskan Ukraina 3-0 sekaligus membawa Perancis lolos ke Brasil.

Ajaib memang. Tapi di sepakbola, keajaiban sering muncul. Spirit ini yang diusung Perancis kala menghadapi leg kedua. Tak ada sedikitpun ketakutan, kekhawatiran akan kalah. Sebab, yang ada dalam diri mereka adalah kemenangan. Motivasi tinggi dan mental juara inilah yang mampu menciptakan keajaiban.

Hal ini pulalah yang kita harapkan muncul dari Timnas Indonesia senior yang sudah lama mengalami paceklik prestasi. Motivasi tinggi dan mental juara harus dimiliki para pemain yang selanjutnya bakal dipoles Alfred Riedl, pelatih asal Austria.

Lihatlah 'kegilaan' perjuangan Garuda Muda Timnas U-19 yang dimotori Evan Dimas. Tak puas menggenggam Piala AFF 2013, mereka mampu menumbangkan Korea Selatan dan lolos ke putaran final Piala Asia U-19.

Sebelum bertanding melawan Korea Selatan, banyak orang meragukan kemampuannya. Namun di lapangan keajaiban muncul, Indonesia mampu membekuk raksasa sepakbola Asia itu dengan skor 3-2. (*)

Sumber: Idea
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved