Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Nasib Veteran Perang

Pendiri bangsa ini mengingatkan kita agar mengenang dan menghormati jasa pendahulu negara, jasa orang-orang yang telah berbakti

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Nasehat ini diutarakan founding father sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.

Pendiri bangsa ini mengingatkan kita agar mengenang dan menghormati jasa pendahulu negara, jasa orang-orang yang telah berbakti demi kemerdekaan dan kebesaran Indonesia.

Karena begitu kita melupakan jasa orang-orang besar negara ini, maka saat itu sebenarnya kita telah kehilangan jati diri bangsa. Padahal bangsa ini terbentuk melalui perjuangan dan darah para pendahulu.

Veteran perang merupakan orang-orang yang telah berjasa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sekecil apapun jasa mereka sudah kewajiban bangsa ini untuk menghormatinya.

Menjelang Hari Pahlawan 10 November merupakan momentum yang tepat bagi bangsa ini mengingat lagi jasa para veteran perang. Mereka adalah orang-orang yang telah berjasa bagi negara dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tak ada salahnya negera ini memberikan kenikmatan kepada mereka dalam mengisi kemerdekaan. Sehingga mereka bisa menikmati kemerdekaan yang diperjuangkan dulu.

Rasanya tak berlebihan bangsa ini memberikan fasilitas kepada mereka. Sebab faktanya hingga saat ini lebih banyak veteran perang yang melarat, miskin dengan hidup yang memprihatinkan. Meski pun ada juga yang berhasil menjadi pengusaha dan lainnya.

Di Sulawesi Utara sendiri bentuk kongkrit mulai adanya perhatian terhadap veteran terlihat dari rencana pembangunan dua ribu rumah untuk para veteran. Pembangunan rumah ini dilakukan oleh Pusat Koperasi Veteran Republik Indonesia (Puskoveri) Sulut.

Tahap pertama kata Letkol Purnawirawan Rudy Wullur, Ketua Puskoveri, pihaknya  akan membangun 500 rumah di Desa Tetey, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Sesuai rencana pembangunan selanjutnya di Tongkaina. Di sana telah tersedia lahan sekitar 200 hektar dengan rincian sekitar 60 hektar yang telah mempunyai sertifikat. Di lahan ini rencananya akan dibangun 1.500 rumah

Rumah ini nantinya diperuntukkan bagi keluarga veteran. Misalnya, istri, anak dan cucu dari veteran. Selain itu dia mengaku mereka mempunyai usaha di bidang satgas, pertanian, perikanan dan lainnya.

Jhony Tumengkol, Sekretaris LVRI Sulut mengatakan, sesuai data di Sulut terdapat kurang lebih tujuh ribu veteran yang sudah menerima tunjangan baru sekitar empat ribu. Tunjangan yang diterima sendiri Rp 1,2 juta per bulan ditambah dana kehormatan Rp 250 ribu.

Veteran terbagi dalam empat golongan yaitu, golongan utama Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) 1945 sampai 1949, "Rata-rata mereka sudah meninggal," ujar Tumengkol.

Kedua, golongan veteran pembela. Terbagi tiga kategori, yakni, kategori pertama veteran Trikora, mereka yang berjuang melawan bangsa asing di Irian Barat pada 1961 sampai 1963.

Kategori kedua veteran pembela Dwikora, mereka yang melawan Inggris di Kalimantan Utara 1964 sampai 1966. Kategori terakhir veteran pembela Seroja. Ketiga golongan veteran perdamaian.

Intinya mari bangsa besar ini lebih memperhatikan lagi veteran perang dengan membantu mereka melalui program-program yang bertujuan mensejahterakan orang- orang yang telah berjasa pada negera ini.*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved