Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Teknologi Picu Selingkuh

Kasus selingkuh di Sulut termasuk Kota Manado dan sekitarnya terbilang tinggi.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang

KASUS selingkuh di Sulut termasuk Kota Manado dan sekitarnya terbilang tinggi. Sesuai data Polda Sulut setiap bulan terjadi 11 hingga 12 kasus selingkuh. Untungnya kepolisian mengaku sebagian besar kasus ini bisa mereka mediasi sehingga rujuk kembali.

Data yang diperoleh Tribun Manado dari Bin Ops Reskrim Umum Polda Sulut, sejak bulan Januari hingga September 2013, laporan kasus perselingkuhan mencapai angka 102. Dari kasus itu, 80 kasus sudah diselesaikan lewat mediasi polisi. 

Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Denny Adare mengatakan, 80 kasus perselingkuhan itu berakhir di polisi lewat mediasi.  Adare menjelaskan, kasus perselingkuhan (zinah)  merupakan tindakan hukum pidana.

Zinah sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengandung pengertian persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah kawin (nikah) dengan perempuan atau laki-laki bukan istri atau suaminya. Hubungan  dimaksud dilakukan atas dasar suka sama suka.

Kasus perzinahan bisa dihukum dengan minimal hukuman sembilan bulan penjara. "Namun kasus seperti ini bisa diselesaikan dengan cara mediasi. Karena ini merupakan delik aduan. Jadi bisa dicabut yang penting kedua belah pihak bisa berdamai," kata Adare sambil menambahkan selama tahun berjalan ini belum ada kasus perzinahan dilaporkan ke polisi berlanjut hingga persidangan.

Sujoko Hadiwardoyo, Dosen Moral dan Keluarga Seminari Pineleng mengatakan, saat ini perselingkuhan memang mudah terjadi. Perselingkuhan sulit dihindari karena kemungkinan untuk bertemu orang lain makin tinggi dengan adanya bermacam-macam alat komunikasi dan alat transportasi.

Bisa disebut faktor fasilitas yang disalahgunakan manusia membuat mereka terjerumus perselingkuhan. Fasilitas hotel yang semakin banyak, tempat hiburan malam, itu semua secara tidak langsung menunjang perselingkuhan ketika mereka (pelaku) memanfaatkannya untuk melakukan perbuatan yang mengkhianati janji pernikahan yang  diajarkan semua agama agar selalu saling setia.

Kemajuan teknologi seperti pedang bermata dua. Efek negatif ketika seseorang gunakan teknologi untuk hal-hal negatif seperti perselingkuhan dan bisa memberi efek positif ketika seseorang menggunakannya untuk menjaga komunikasi yang baik sebagai bentuk komitmen kesetiaan. Kemudian, faktor kedua adalah materi atau uang. Mereka yang selingkuh biasanya karena memiliki uang lebih hingga bisa membeli sarana atau fasilitas.

Faktor ketiga karena adanya kemauan, niat untuk selingkuh. Tentu saja ini berangkat dari pola pikir seseorang yang bisa dipengaruhi pengetahuan dan lingkungannya.

 Zaman sekarang ada pemikiran sesat seperti laki-laki dianggap biasa ketika berselingkuh. Padahal agama manapun mengajarkan tentang kesetiaan terhadap janji pernikahan dan tidak menyakiti orang lain apalagi seorang istri.

Faktor keempat adalah situasi yang mengizinkan. Perselingkuhan banyak kali terjadi bukan hanya karena ada niat tapi karena ada kesempatan.

Situasi yang tanpa sengaja mempertemukan pria beristri dengan wanita single atau sebaliknya atau perselingkuhan dengan status pria dan perempuan sama-sama sudah menikah.

Itulah mengapa sebaiknya jangan ada kebiasaan menceritakan masalah pribadi kepada lawan jenis. Curahan hati (curhat) sebaiknya kepada kawan sejenis yang bisa dipercaya, yang bisa menjadi teladan atau orangtua kita.

Empat faktor ini harus  dihindari demi mencapai keluarga yang harmonis. Sebab perlu diingat juga bahwa perselingkuhan bukan hanya menyebabkan perceraian.
Akibat buruknya sangat dirasakan anak-anak dan kedua belah pihak keluarga. Bukan sedikit anak yang kurang mendapat perhatian lari ke narkoba, sakit dan meninggal atau bunuh diri.

Banyak anak tersesat karena mereka kurang mendapat keteladanan dari orangtuanya.  Solusi lainnya adalah komitmen agama didasari  rasa takut akan Tuhan. Dengan iman yang kokoh seseorang bisa menghindari kemungkinan terjerumus  perselingkuhan bahkan kejahatan lainnya.(*)

Sumber: Idea
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved