Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Editorial Tribun Manado

Terobosan Keamanan

KEKERASAN demi kekerasan menghiasi wajah Sulawesi Utara.

Penulis: | Editor: Aswin_Lumintang

KEKERASAN demi kekerasan menghiasi wajah Sulawesi Utara. Panah wayer, senjata tajam menjadi sarana orang melakukan penganiayaan. Dalam catatan Polresta Manado saja, kasus penganiayaan dengan senjata tajam mencengangkan.

Sejak  bulan Januari hingga 20 Oktober 2013 tercatat sebanyak 88 kasus,  baik penganiayaan, pembunuhan, pengancaman maupun yang kedapatan membawa senjata tajam.

Beberapa di antaranya kasus panah wayer yang meresahkan warga Manado belakangan ini. Jika dirata-ratakan maka terjadi 8-9 kasus per bulan. Itu yang dilaporkan ke polisi. Jumlahnya riil bisa lebih dari itu.

Kapolresta Manado Kombes Sunarto lewat Kasat Reskrim AKP Made Dewa
Palguna mengklaim pihak kepolisian telah memaksimalkan usaha mencegah dan menuntaskan kasus sajam, terutama panah wayer.

"Ada patroli rayon yang selalu turun lapangan untuk mengamankan situasi kamtibmas," katanya seperti dikutip Tribun Manado edisi Senin (21/10)

Meski demikian, kata dia, untuk menuntaskan kasus tersebut harus ada peran serta semua pihak terutama masyarakat dengan cara mencegah dan memberikan informasi mengenai penggunaan  panah wayer serta sajam lainnya.

Warga pun mengaku waswas. Terlebih terhadap panah wayer. Sebab warga menilai sangat sulit menghindari panah wayer. Dan pelakunya juga gelap, karena dilakukan dari jarak jauh.

Apalagi ada kasus panah wayer yang salah sasaran atau dengan kata lain, warga yang tak tahu apa-apa malah menjadi sasaran tembak. Bahkan seorang tukang ojek di Manado mengaku sudah sangat terganggu dengan panah wayer ini.

Untuk itu kita sepakat dengan pendapat sosiolog Jefry Paat bahwa tindak kejahatan menggunakan senjata tajam panah wayer telah  menjadi penyakit sosial yang harus diberantas. Dibutuhkan keterlibatan langsung pihak berwajib, pemerintah dan masyarakat untuk dapat menanganinya.

Aparat pemerintahan kelurahan yang pada hakikatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat agar lebih berperan aktif dalam mencegah penggunaan sajam. Kelurahan bisa bekerja sama dengan pihak berwajib untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya senjata tajam. Juga diperkuat dengan Peraturan Daerah (perda) yang bisa diterapkan di semua kabupaten dan kota.

Kita juga sepakat atas pernyataannya bahwa masyarakat nasional dan mancanegara akan menganggap bahwa Sulut sudah tidak aman lagi. Solusi jangka pendek adalah kontrol  ketat dari pihak keamanan, bukan hanya panah wayer, tapi semua jenis  senjata tajam. Perlu razia rutin, bahkan jika dibutuhkan sampai ke rumah-rumah penduduk terutama pada tempat yang dicurigai.

Keamanan menjadi harga mati untuk kenyamanan warga di Sulawesi Utara. Kepolisian sebagai penanggung jawab keamanan harus membuat terobosan, termasuk bagaimana melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan.

Patroli rayon, razia dan langkah terobosan lainnya harus ditempuh guna memberikan rasa aman dan nyaman. Terlebih Manado yang namanya sudah menginternasional. (*)

Sumber: Idea
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

Supercopy

 

Menjaga Muruah DPR

 

Parkir

 

"Merah Putih dan Valentine!"

 

Harga Diri Polisi! Masihkah Elok?

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved