FPI Minta Warga Buang Tabloid Indonesia Barokah
Ketum Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis ikut menanggapi beredaranya tabloid Indonesia Barokah
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ketum Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis ikut menanggapi beredaranya tabloid Indonesia Barokah di sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sobri menilai tabloid tersebut harus dibuang ke tong sampah.
"Ya dibuang ke tong sampah saja," ujar Sobri.
Menurutnya, tabloid tersebut berisi konten yang menyudutkan salah satu calon presiden dan calon wakil presiden. Sobri pun menyebut tabloid Indonesia Barokah menyebarkan fitnah.
"Ya memang isinya fitnah dan sangat merusak Pak Prabowo, dan itu tidak benar ya isinya hoax" jelasnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta masjid-masjid yang menerima kiriman tabloid Indonesia Barokah segera membakarnya. "Ya karena itu melanggar aturan apalagi mengirim ke masjid. Saya harap jangan dikirim ke masjid. Semua masjid-masjid yang menerima itu dibakarlah," kata Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu mengaku telah menginstruksikan jajaran (DMI) agar masjid-masjid tidak menerima tabloid tersebut.Ini karena tempat ibadah bukanlah tempat penyebaran atau membuat hoax maupun berita bohong yang menyesatkan.
"Iya, kita sudah perintahkan DMI untuk kasih tahu jangan masjid menerima itu, karena berbahaya. Jangan masjid jadi tempat bikin hoax macam-macam. Jangan diadu," sambungnya.
Jusuf Kalla juga mengingatkan nantinya bakal ada hukuman yang diterima oleh pelaku penyebaran tabloid yang isinya menyudutkan salah satu pasangan calon peserta Pilpres 2019 itu. "Jangan seperti Obor Rakyat jaman dulu, itu kan masuk penjara, dihukum kan," tegasnya.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai isi konten dari Tabloid Indonesia Barokah murni bentuk politik praktis. Sementara soal dampak, Lukman belum mengetahui dampaknya di masyarakat lantaran peredaran tabloid tersebut masih terbilang baru. "Ya tentu itu sudah sangat praktis ya, politik praktis. Saya belum tahu, saya belum tahu dampaknya seperti apa, karena ini kan baru, baru beredar,"kata Lukman.
Lukman mengimbau terkait regulasi, dalam hal ini Undang-undang, supaya dijaga dan dihindarkan dari aktivitas politik praktis. Begitu juga dengan tempat-tempat yang terindikasi menjadi wilayah peredarannya.
"Oleh karenanya sekali lagi, imbauan saya itu oleh regulasi, oleh Undang-Undang itu sendiri adalah tempat yang harus dijaga dari aktivitas politik praktis," ujarnya.
Lebih lanjut Lukman berharap, Tabloid Indonesia Barokah tidak punya dampak negatif di tengah masyarakat. "Mudah-mudahan tidak ada dampak negatif yang berarti ya, mudah-mudahan," ujarnya.
Sementara itu selain telah mengadukan ke Dewan Pers, Kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno terus mencari tahu motif serta siapa dibelakang penyebaran Tabloid Indonesia Barokah. Pemberitaan dalam Tabloid yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tegah tersebut dinilai telah menyudutkan pasangan Prabowo-Sandi.
"Selama ini kami terus berusaha mencari tahu, siapa ini otaknya, kantornya dimana?," kata Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.
Dari investigasi yang dilakukan BPN, Andre mengatakan pihaknya menemukan adanya kesamaan antara Tabloid Indonesia Barokah dengan website Indonesia Barokah terutama pada logonya. Oleh karena itu ia menduga ada hubungannya antara website tersebut dengan tabloid Indonesia barokah.
"Loga di website dan di tabloid sama, patut diduga ini berkaitan, kita akan terus telusuri," katanya.
Menurut Andre pihaknya menemukan jejak wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ipang Wahid dalam website Indonesia Barokah. Video yang ditampilkan dalam website merupakan produksi Ipang Wahid. Patut diduga menurutnya, Ipang terkait tabloid Indonesia Barokah.
"Sekarang patut Iduga Ipang Wahid terkait tabloid itu, karena kita menemukan jejak dia di website Indonesia Barokah. Kita tunggu klarifikasinya" katanya.
Hingga berita ini diturunkan Ipang Wahid belum memberikan klarifkasinya. Baik telepon maupun pertanyaan melalui pesan singkat pun belum dijawab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tabloid-barokah.jpg)