Catatan Wartawan
Saat Mobil Tahanan Dipanaskan
Hanya perlu Rabu yang biasa untuk membawa Bupati Sitaro Chintya Kalangit ke dalam sel tahanan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Ventrico Nonutu
Sudah lama mereka menanti pemimpin yang dapat membawa kemajuan di daerah tersebut.
Datangnya Chintya bak datangnya sang Godot - sang penyelamat.
Kesan pertamanya begitu menggoda.
Ia sering turun ke bawah menjumpai masyarakat.
Perlahan, Chintya berhasil menggenggam hati rakyat.
Tapi petaka itu membuat harapan warga hancur berkeping-keping.
Dengan tangis mereka berupaya menyusun kembali kepingan tersebut.
Sambil bertanya "Siapakah lagi yang harus kami nantikan".
Rabu (13/5/2026) Kalangit muncul lagi di kantor Kejati untuk jalani pemeriksaan.
Ia tak lagi bingung dan canggung. Tapi menyala. Kata-katanya retoris.
"Saya bisa dipenjara, tapi kebenaran tidak," katanya.
Dunia mendadak jadi cinta dan benci.
Banyak yang membela Kalangit.
Mereka menyebut ia hanya korban.
Kejaksaan pun dituding cacat dengan mengenakan hasil audit yang tak sesuai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/CATATAN-WARTAWAN-Mobil-Tahanan-Kejaksaan-Tinggi-Sulawesi-Utara.jpg)